Banner Abdullah Taufik

Gasra Selalu Optimis Terus Berproses Menuju Sukses

Dirgahayu Kabupaten Musi Banyuasin ke 66 Tahun
HeadlinePemerintah DaerahSosial Kebudayaan

Ajak Tomas dan Toga Pertahankan Sumsel Zero Konflik

Sumsel Independen – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  membuka Dialog Tokoh Adat Budaya dan Agama demi wujudkan masyarakat madani di Sumsel, bertempat di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa, (29/11).

Melalui kesempatan tersebut, Herman Deru mengajak seluruh para tokoh adat, budaya, dan agama dapat bersinergi dalam menjaga status Zero Konflik di Sumsel.

“Sumsel ini adalah daerah dengan status zero konflik, karena itu saya ingin para tokoh disini bisa saling bersinergi dalam menjaga status itu, memang tidak mudah namun kita harus tetap berikhtiar namun jangan juga kita terlena dengan kondisi nyaman ini,” kata Herman Deru.

Menurut Herman Deru para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan orang-orang yang berpengaruh dilingkungannya.

Karena itu dirinya percaya  para tokoh masyarakat  tersebut akan mampu  menularkan nilai-nilai kedamaian bagi orang banyak.

Baca Juga :   HAB ke 74, Kemenag Sumsel Anjangsana ke Panti Asuhan

“Saya yakin bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir disini merupakan orang yang berpengaruh dilingkungannya maupun organisasinya.  Karena itu bapak, ibu sekalian harus bisa menularkan nilai-nilai kedamaian dan kerukunan kepada banyak orang,” harapnya.

Dia menilai, acara dialog tersebut merupakan kegiatan yang penting demi keberlangsungan keukhuwahan masyarakat banyak dari aspek budaya dan agama.

“Saya anggap ini adalah acara yang penting, karena ini mengarah kepada keberlangsungan ke ukhuwahan aspek budaya dan agama di Sumsel,” ujarnya.

Herman Deru mengingatkan kalangan pegawai pemerintahan  harus dapat  memegang teguh prinsip independen, artinya pemerintah harus bisa merangkul semua profesi dikalangan masyarakat demi memertahankan status Sumsel zero konflik.

“Pemerintah harus berpihak kepada semua, kita yang mengelola semua unsur dan juga kita harus tau standing posisi kita dimana,” imbuhnya.

Dia juga menilai, kerukunan antar umat agama di Sumsel sudah terkelola dengan baik, masyarakat Sumsel saling menghargai dan toleransi satu sama lain.

Baca Juga :   Wujud Kepedulian Bhayangkari Ranting Madang Suku II kunjungi Korban Kebakaran 

Adapun sebagai   sumber dalam Dialog Tokoh Adat Budaya dan Agama kali ini,  Komjen. Pol. (Purn) Drs. H. Susno Duadji, S.H., M.Sc. (Ril)

Hj. Anita Noeringhati, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button