HeadlineHukum

Apresiasi Kejati Sumsel, Massa Minta Usut Aliran Dana Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Sumsel Independen -Puluhan masyarakat yang menamakan dirinya dari koalisi Penggiat Anti Korupsi (PAK) Sumsel, Jumat (23/7) menggelar aksi demo di Gedung Kejaksaan tinggi Sumsel di Jakabaring Mereka menuntut dugaan adanya aliran dana dari tersangka MS kepada oknum anggota DPRD Sumsel.

Menurut koordinator aksi Rahmat Sandi Iqbal, mereka memberikan apresiasi kepada Kejati Sumsel yang telah memproses dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dan telah menetapkan beberapa tersangka yang akan disidangkan dalam waktu dekat.

“Kita miris melihatnya, dimana dana yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid yang akan jadi kebanggaan masyarakat Sumsel, nyatanya dikorupsi,”Kata Rahmat dalam orasinya.

Meski dalam masa pandemi Covid-19, aksi masyarakat itu sendiri tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan, dan pengamanan dilakukan pihak kepolisian.

Dalam kesempatan itu Rahmat menyatakan, dengan menyikapi perkembangan kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Sriwijaya Palembang serta dengan telah menetapkan sejumlah tersangka oleh Kejati Sumsel, pihaknya akan terus mengawal proses hukumnya hingga tuntas sebagai kontrol sosial, dan berharap pihak Kejati untuk diintervensi pihak luar.

Baca Juga :   Pimpin Upacara Kehormatan dan Renungan Suci, Bupati Dodi Doakan Arwah Para Pahlawan

“Kami siap mengawal saat sidang di pengadilan nanti, dan berharap kasusnya berjalan terbuka dan transparan tanpa adanya intervensi,”jelasnya.

Sementara Kasi-C Bidang Intelijen Kejati Sumsel Chandra mengungkapkan, terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap kasus korupsi yang menjerat mantan pejabat di Sumsel tersebut, dan pelaksanaan aksi dilakukan dengan tertib dimasa pandemi saat ini.

“Saya mewakili pimpinan, mengucapkan terima kasih dapat dukungan terkait penanganan korupsi masjid Sriwijaya Palembang ini. Apakah ini ada intervensi, kami pastikan tidak dan akan dilakukan terbuka dengan adanya alat bukti dan sekarang dalam proses. Dimana sidang perdana hari Selasa nanti,” tuturnya.

Dilanjutkan Chandra, jika masyarakat ada bukti keterlibatan mantan pejabat atau yang masih menjabat menikmati aliran dana masjid ini, ia meminta untuk disampaikan kepihaknya dan nanti akan ditindaklanjuti oleh penyidik Kejati Sumsel.

“Yang pasti, Kejati Sumsel akan solid menuntaskan kasus ini, tapi ini butuh waktu dan proses untuk menyeleskaikannya,” pungkas Chandra. (Al)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button