HeadlinePolitik

Atasi Karhutla Harus Libatkan ATR BPN

Sumsel Independen – Dalam rangka pencegahan dan penanganan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, khususnya daerah yang telah ditetapkan rawan Karhutla, pemerintah daerah (pemda) bersama TNI Polri diharapkan dapat melibatkan peran kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR /BPN) di daerah masing-masing.

Demikian diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Hj. R.A. Anita Noeringhati, SH., MH., ke Polres Banyuasin saat kunjungan kerja ke Polres Banyuasin dalam Rangka Informasi Penanganan dan Pencegahan Dini Bahaya Karhutla di Kabupaten Banyuasin, Rabu (23/6).

“ATR BPN inikan punya data lahan milik siapa, sehingga ketika terbakar jadi tahu dan cepat penanganannya,” kata Anita yang diterima langsung oleh Kapolres Banyuasin, AKBP. Imam Tarmudi, S.Ik., MH., dan Wakapolres, Kompol. Yenni Diarty, S.Ik.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sendiri telah menetapkan 10 daerah status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kesepuluh daerah tersebut  yakni Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu (OKU), dan OKU Timur.

Baca Juga :   Tim SAR Tengah Cari Ibu dan Anak Yang Jatuh Ke Sungai

“Banyuasin masuk yang rawan, kita berharap tahun ini bisa dicegah sejak dini,” harapnya.

Perempuan pertama yang menjabat ketua DPRD Sumsel tersebut mengingatkan, bahwa tugas pencegahan dan penanganan Karhutla ini bukan dibebankan kepada TNI Polri saja, tapi juga semua elemen. Terkhusus Pemda dan masyarakat melalui sosialisasi pencegahan dan langkah penanganan.

“Kami sendiri di tinggkat Provinsi berencana menggelar Rapat koordinasi, bersama TNI POLRI dan akan mengajak ATR BPN,” ungkap politisi Golkar tersebut.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin, AKBP. Imam Tarmudi, S.Ik., MH mengaku telah menggelar apel kesiapan guna mengantisipasi karhutla serta Bencana Alam, Februari lalu.

“Kendala kita hadapi adalah luasnya wilayah Banyuasin, bahkan sulit ditempuh daerah perairan tidak bisa lewat darat sehingga butuh transportasi air,” kata Imam.

Imam menambahkan, beberapa wilayah Banyuasin juga terdapat lahan gambut yang memiliki potensi Karhutla, sehingha butuh peralatan yang bisa menjangkau lahan gambut yang terbakar.

Baca Juga :   Korban Kebakaran Tangga Buntung Dapat Bantuan Sewa Rumah 6 Bulan dari Gubernur Herman Deru

“Kita sudah memetakan lahan-lahan yang potensi rawan terbakar melalui polsek-polsek karena seperti tahun sebelumnya ketika ada lahan terbakar tidak ada yang mengakui, tapi ketika sudah terbakar dan bisa diolah banyak yang mengakui,” sebutnya.

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button