Griya Literasi
Pemkot

Bahaya Kerokan pada Bayi: Perhatikan Risiko Medisnya!

Minggu, 9 Jun 2024 12:37 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen – kerokan pada bayi mungkin terdengar seperti solusi cepat untuk meredakan gejala sakit, tetapi ahli kesehatan memperingatkan akan bahayanya. Sebuah fenomena yang baru-baru ini menjadi perdebatan hangat di media sosial, menyoroti risiko medis yang terkait dengan praktik ini.

Melansir dari Halodoc.com, Pada dasarnya, kerokan adalah proses memberikan gesekan atau parutan di kulit dengan harapan menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan kenyamanan pada tubuh. Namun, dokter menegaskan bahwa kerokan pada bayi di bawah usia satu tahun sangat tidak disarankan. Alasannya, kulit bayi yang masih tipis berisiko mengalami nyeri, luka, dan bengkak akibat proses ini.

Menurut Dr. Angga Wirahmadi, seorang spesialis anak, meskipun kerokan mungkin dapat memberikan rasa nyaman dengan melebarkan pembuluh darah kulit, namun pada bayi berusia di bawah satu tahun, praktik ini tidak disarankan. “Bayi memiliki kulit yang tipis, sehingga proses kerokan dapat menyebabkan luka, bengkak, bahkan infeksi,” jelasnya.

Dr. Wirahmadi menegaskan bahwa bahaya tidak hanya berasal dari proses kerokan itu sendiri, tetapi juga dari minyak atau zat yang digunakan. Kulit bayi yang sensitif dapat mengalami iritasi dan peradangan akibat bahan-bahan ini. dokter anak lainnya, Dr. Tisnasari Hafsah, juga menegaskan bahwa praktik seperti kerokan dan pijat dengan tekanan berlebihan tidak disarankan untuk bayi.

dokter anak Tisnasari Hafsah juga menyarankan agar bayi tidak dikerok, serta tidak menganjurkan pijatan yang terlalu keras pada anak-anak.

Alternatif Perawatan yang Aman:

Orang tua dapat mengurangi gejala sakit pada bayi dengan cara-cara berikut:

  • Kompres air hangat: Menempatkan waslap basah dengan suhu hangat di dahi bayi saat tidur.
  • Penuhi asupan cairan: Memberikan ASI atau air pada bayi yang sedang sakit untuk menjaga kekebalan tubuhnya.
  • Mandi air hangat: Membantu menurunkan suhu tubuh bayi dengan mandi air hangat.

Jadi, meskipun kerokan merupakan praktik yang diyakini sebagian orang untuk meredakan penyakit, namun pada bayi, hal ini dapat memiliki risiko medis yang serius. Sebagai gantinya, orang tua dapat menggunakan metode perawatan yang lebih aman dan disarankan oleh dokter. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.(umi)

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode