Pemerintah DaerahSosial Kebudayaan

Berikan Wawasan Tentang Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi Sembari Berbagi Takjil

Sumsel Independen – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi yang jatuh pada bulan suci ramadhan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA) Sumsel melaksanakan kegiatan berbagi takjil di Simpang Polda Sumsel.

“Ada sekitar 150 paket takjil yang dibagikan, selian itu ada juga poster tentang Jenis tumbuhan dan satwa Liar yang dilindungi di Wilayah Kerja BKSDA Sumsel, poster tentang contoh Hewan Dilindungi yang Masih Diperdagangkan Secara Ilegal, brosur terkait Ayat-ayat Konservasi, serta merchandise ramah lingkungan yang menarik,” kata Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata, Jumat (23/4).

Menurut Wisnu konsep kegiatan ini adalah menyelaraskan peringatan Hari Kartini, Hari Bumi, dan agenda Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) edisi bulan April tahun ini.

Sebelumnya, pada edisi Road to HKAN bulan Maret 2021 telah dilaksanakan aksi penanaman pohon di TWA Punti Kayu dan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga di salah satu pemukiman warga di kota Palembang, dan dilaksanakan oleh pegawai BKSDA Sumsel dan Dharma Wanita Persatuan BKSDA Sumsel.

Baca Juga :   Rachel Oberto, Mahasiswa Bina Darma Asal Amerika Serikat Ini Tuntaskan S1 Pendidikan Prodi Bahasa Indonesia

Untuk itu pada kegiatan Road to HKAN bulan April yang bertema “Takjil Konservasi, Dari Kartini Untuk Bumi”ini, pelaksana kegiatan adalah didominasi oleh kaum perempuan.

“Yaitu rimbawati BKSDA Sumsel dan para perempuan mahasiswa dan pelajar pecinta alam. Maksud kegiatan adalah untuk mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan satwa liar di alam ini.

Aksi simpatik kampanye lingkungan dan imbauan untuk melestarikan satwa liar dilakukan dengan membagi takjil kepada pengguna jalan sekaligus menyampaikan pesan-pesan melalui sejumlah poster dengan kata-kata ajakan, diantaranya adalah stop perdagangan satwa Ilegal,satwa Liar dijago lurr Jangan diburu apolagi dijual!.

“Stop jual beli satwa liar, mencintai tidak harus memiliki biarkan mereka bebas di alam dan haruskah menunggu jadi legenda,” tungkasnya. (ril)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button