Griya Literasi

Dijaga Ketat Polisi, Ibu Fiki Firmansyah Teriak dan Menangis Saat Rekontruksi

Senin, 19 Jun 2023 13:51 3 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel indedepeden — Polretabes Palembang melalui unit Pidum(Pidana Umum) menggelar rekonstruksi kasus meninggalnya Fiki Firmansyah(15) pelajar SMA yang tewas saat tawuran di KH Azhari Kelurahan 14 Ulu Kecamatan SU II, Palembang beberapa hari yang lalu.

Diperagakan langsung oleh tersangka Andri Apriansyah alias Wakyek dan Rizki Satria. Kasus ini pun juga dijaga ketat polisi, setidaknya ada 13 adegan yang diperagakan oleh tersangka dan teman korban, bahkan keluarga korban Fiki juga ikut hadir.

Suanana berubah menjadi histeris ketika di adegan ke-enam tersangka Wakyek mengejar korban dan menancapkan celuritnya ke tubuh korban, sehingga ibu korban yang berada di luar zona rekonstruksi teriak dan menangis histeris. “wakyek tega nian kau wakyek,” ujar ibu korban.

Sementara kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah kepada wartawan, Senin(19/6/2023) mengatakan, “hari ini kita melaksanakan rekonstruksi kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.”

Ia menuturkan, giat rekonstruksi ini dilakukan guna memastikan keterangan tersangka dan juga saksi korban.

“Giat ini dilakukan untuk memastikan keterangan saksi dan menyesuaikan dengan alat bukti,” jelasnya.

Hingga kini polisi sudah menetapkan dua orang tersangka atas meninggalnya fiki Firmansyah yakni Andri Apriansyah alias Wakyek dan Rizki Satria. Sementara satu orang tersangka yang saat ini menjadi buronan polisi.

Griya Literasi

Kejadian tersebut berawal saat adegan pertama, saat tersangka Rizki alias Unyil mengendarai motor. Lalu bertemu dengan tersangka Andri Apriansyah alias Wakyek, dan teman masih berstatus DPO, yakni FL ke arah kawasan 1 Ulu, dengan berbonceng tiga. Saat itu tersangka Wakyek sudah membawa senjata tajam jenis celurit.

Adegan ke-2, tersangka Unyil, Wakyek, dan FL, bersama rombongan ke arah jembatan Musi 4. Tetapi tidak bertemu dengan korban dan rombongan korban. Lalu pada adegan ke-3, ketiga tersangka bersama rombongannya menuju kawasan Tangga Takat dan bertemu korban FIkI, saksi Rangga, Agung dan rombongan, dengan posisi Agung membawa motor, Rangga ditengah dan korban di belakang.

Kemudian, pada adegan ke-5 tersangka Wakyek dan FL mengejar rombongan korban sembari menghunuskan celuritnya. Adegan ke-6 tersangka Wakyek berhasil mengejar korban DNA mengayunkan celuritnya sebanyak 1 kali sehingga mengenai punggung korban.

Dilanjutkan pada adegan ke-7, tersangka Wakyek kembali mengejar rombongan korban dengan mengeluarkan celuritnya kembali. Sedangkan korban Fiki, pada adegan ke-8, diatas motor dibagian belakang (dibonceng-red), meminta tolong dengan temannya, lalu dipegang oleh Rangga dengan kedua tangannya, posisi motor berjalan.

Pada adegan ke-9, korban Fiki pun terjatuh dari atas motor. Dan pada adegan-10, tersangka Wakyek kembali berhasil menganiaya korban lain, dan tersangka Unyil standby di atas motornya posisi menunggu. Pada adegan-11 tersangka Unyil mengantar tersangka Wakyek pulang ke rumah.

Diakhiri rekonstruksi ini, adegan-12 dan 13, tersangka Unyil kembali ke rumahnya bersembunyi dan korban Fiki terkapar di jalan KH Azhari ditemukan warga sekitar bersama petugas kepolisian. (hw)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LIV

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode