Griya Literasi
Pemkot

Erick Thohir Beri Sinyal Timnas Indonesia Bakal Kehilangan Shin Tae-Yong

Senin, 24 Jun 2024 14:03 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Pssi), Erick Thohir, menyatakan kesiapannya untuk merelakan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), jika diminta kembali melatih tim nasional Korea Selatan. Hal ini disampaikan mengingat kontrak STY dengan Timnas Indonesia akan berakhir pada Juni tahun ini, dan hingga kini belum ada kontrak baru yang ditandatangani.

“Kalau pun dari Korea Selatan ingin Shin Tae-yong, saya tidak bisa melarang,” ujar Erick Thohir, dikutip dari viva.co.id, senin (24/6/2024).

Rumor mengenai kembalinya STY untuk melatih Taegeuk Warriors mulai mencuat setelah media Korea Selatan, Best Eleven, mencantumkan namanya sebagai salah satu kandidat pelatih baru. Rumor ini muncul setelah Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) memutus kontrak eks pelatih timnas Jerman, Jurgen Klinsmann, pada Februari lalu. Sejak saat itu, KFA tengah mempertimbangkan pelatih lokal untuk menggantikan Klinsmann, terutama setelah kiprah STY membawa Timnas Indonesia ke semifinal Piala Asia 2023.

Selain itu, pencapaian Indonesia di bawah asuhan STY cukup signifikan. Peringkat FIFA Indonesia kini berada di posisi 134, yang merupakan pencapaian terbaik dalam 13 tahun terakhir. Terakhir kali Skuad Merah Putih menduduki peringkat 140 pada 19 Oktober 2011.

Dalam pernyataannya, Erick menegaskan pentingnya keberadaan pelatih timnas dengan standar dunia untuk terus meningkatkan performa Timnas Indonesia.

“Saya yakin Shin Tae-yong tahu bahwa tanpa dukungan Pssi dan kualitas pemain, tidak mungkin kita (Indonesia) sampai di sini,” tambahnya.

Pssi telah menyampaikan kontrak final kepada STY dua pekan lalu. Namun, kontrak tersebut belum ditandatangani karena STY sedang dalam perawatan di rumah sakit yang tidak disebutkan secara spesifik. Erick menyampaikan bahwa Pssi memberikan waktu kepada STY untuk menandatangani kontrak baru tersebut.

“Saya dengar beliau (STY) sedang dalam perawatan di rumah sakit, kami berikan waktu,” ujar Erick.

Erick juga menekankan bahwa pembangunan sepak bola nasional tidak bergantung pada satu individu, tetapi pada kerja sama tim yang melibatkan pemain berkualitas, pelatih, ofisial, pemerintah, hingga Pssi sebagai induk organisasi dan suporter.

“Pembangunan tim nasional ini bukan berdasarkan satu individu, saya jamin itu. Timnas ini dibangun karena kekuatan bersama,” tegasnya.

Erick menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan kemajuan sepak bola Indonesia.

“Kita membutuhkan kerja sama yang solid dari semua pihak yang terlibat dalam ekosistem sepak bola ini. Tanpa kerja sama, sulit untuk mencapai hasil yang maksimal,” tukasnya. (Ali/net)


Editor: Syaidina Ali

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode