Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

HeadlinePendidikan

Jawab Tantangan Pendidikan di Era 4.0, STAI Ash-Shiddiqiyah OKI Gelar FGD Tentang Inovasi Kurikulum Kekinian

Sumsel Independen – Kampus STAI Ash-Shiddiqah melaksanakan FGD (forum grup discussion) pelatihan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi di era industri 4.0, pada hari Minggu 19 September 2021.

FGD (Forum Grup Discussion) merupakan forum yang tepat untuk menyampaikan ide dan gagasan dewan dosen, lebih-lebih tentang kurikulum pendidikan tinggi dikampus STAI Ash-Shiddiqiah yang berbasis KKNI dan kebijakan pemerintah kampus merdeka dan merdeka belajar

Agenda ini menjadi urgent, karena untuk menghadapi dunia global yang saat ini semakin tinggi, dan tuntutan untuk bagaimana beradaptasi kepada masyarakat global supaya semakin komplek agar mahasiswa/mahasiswi lulusan dari STAI Ash-Shiddiqiah harus bisa bersaing didunia kerja untuk mencapai target tersebut maka dari itu kampus memberikan banyak sekali fasilitas yang memumpuni bagi mahasiswa/mahasiswi nya, dan ada beberapa bentuk layanan yang harus dikembangkan di kampus STAI Ash-Shiddiqiah ini adalah pengembangan kurikulum.

Baca Juga :   Mahasiswa Universitas Bina Darma Bangun Startup

“Kurikulum itu ruh dari sebuah pendidikan makanya perlu adanya pengembangan kurikulum di kampus kita ini” ujar Ust. Dr. Agus Sholikhin, S.Si, M.Pd. selaku Rektor STAI ASH-SHIDDIQIYAH

Kemudian ada beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut yaitu tentang SNDIKSI, KKNI, kampus kebijakan merdeka merdeka kampus dan lain sebagainya.

Dalam acara pelatihan penyusunan kurikulum ini dihadiri oleh semua dosen STAI Ash-Shiddiqiyah.

Dalam acara pelatihan ini, diharapkan seluruh dosen yang ada dikampus STAI Ash-Shiddiqiyah bisa meningkatkan kemampuan kerjanya, dan sekaligus menggali potensi sehingga mempunyai kualitas yang baik untuk para mahasiswa-mahasiswi di STAI Ash-Shiddiqiah.

Ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi juga datang dari salah satu mahasiswi ” Ya, Saya sangat mengapresiasi kualitas dosen-dosen kami, selain sudah banyak yang bergelar doktor, spirit dosen untuk melaksanakan tridharma perguruan tinggi sangat tinggi”, Ucap Warti, salah satu Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam itu.

Baca Juga :   Hari Ini Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Sumsel

Hal ini juga disambung oleh Ust. Dr. Darul Abror, M.Pd, selaku wakil ketua III membenarkan hal tersebut, ” Memang kampus kita di daerah, cuma inovasi dan profesionalisme dalam pengelolaan kampus tetap kita jaga, bukan asal-asalan, apalagi urusan desain kurikulum kekinian,” ungkap Doktor Muda itu. (Al)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button