Griya Literasi
Pemkot

Seorang Oknum Diduga Palsukan Tanda Tangan untuk Pencairan Dana APB Desa 2024

Jumat, 7 Jun 2024 14:10 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Dugaan pemalsuan tanda tangan dalam pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa tahun anggaran 2024 mengguncang Desa Petar Luar, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Kepala Desa Petar Luar, Bambang Herawan, dilaporkan oleh Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Hardiansyah, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/589/VI/2024/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN. Dalam laporan itu, Hardiansyah menuduh Bambang Herawan telah melakukan tindak pidana pemalsuan sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 dan atau 266 KUHP. Dugaan tindak pidana ini dilaporkan terjadi di Jalan Mayor Tjik Agus Kiemas SH, Cemp. Wangi, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Muara Enim.

Menurut laporan Hardiansyah, dugaan pemalsuan terungkap pada hari Senin, 20 Mei 2024, sekitar pukul 15.00 WIB. Hardiansyah menemukan tanda tangan yang diduga dipalsukan pada dokumen pencairan dana APB Desa tahun anggaran 2024.

“Saya sama sekali tidak menandatangani dokumen tersebut,” tegas Hardiansyah.

Akibat kejadian tersebut, Hardiansyah merasa dirugikan dan segera melaporkan kasus ini ke SPKT Polda Sumsel. Dalam laporan ini, Hardiansyah didampingi oleh tim kuasa hukumnya dari Firma Hukum SR Lumiere, yang terdiri dari Sujaka Rizki Ono, SH., MH, Wulan Febriana Putri., SH., MH, Raden Ayu Widya Sari, dan Bima Muhammad Rizki., SH., MH.

Hardiansyah menegaskan bahwa dirinya merasa sangat dirugikan dengan tindakan pemalsuan ini.

“Kami melaporkan oknum kades tersebut karena telah memalsukan tanda tangan saya untuk pencairan dana APB Desa. Saya merasa dirugikan karena saya tidak pernah menandatangani dokumen tersebut,” ujar Hardiansyah dalam keterangannya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Hardiansyah mendesak agar pihak kepolisian segera memproses laporan ini.

“Kami berharap laporan ini segera diproses dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya,” tutup salah satu anggota tim kuasa hukum.

Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan oleh Kepala Desa Petar Luar menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap agar kasus ini segera terungkap dan pihak berwenang dapat menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. Integritas dan transparansi dalam pemerintahan desa harus dijaga demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.(umi)

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode