Griya Literasi
Pemkot

Kemenkes Gandeng Starlink untuk Akses Internet di Puskesmas Terpencil

Senin, 20 Mei 2024 13:08 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjalin kerja sama dengan Starlink, layanan internet oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk, untuk menyediakan akses internet cepat yang menjangkau seluruh Puskesmas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Peresmian kerja sama ini dilakukan melalui uji coba di beberapa Puskesmas, termasuk Pustu Sumerta Kelod, Denpasar, dan Pustu Bungbungan, Klungkung, yang memiliki keterbatasan akses internet.

Puskesmas Tabarfane di Kepulauan Aru, Maluku, yang sebelumnya tidak memiliki akses internet juga turut menjadi lokasi uji coba dan tersambung secara daring menggunakan jaringan Starlink. Kehadiran Starlink diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia karena kemampuannya menjangkau lebih banyak Puskesmas di area yang selama ini memiliki tantangan geografis.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kerja sama ini sangat penting untuk mendukung kemajuan layanan kesehatan, terutama di Puskesmas di tempat terpencil yang belum terjangkau internet.

“Dari 10.000 Puskesmas yang ada di Indonesia, sekitar 745 tidak memiliki akses internet sama sekali dan 1.475 memiliki akses internet yang terbatas. Semuanya tersebar di 7.000 pulau di Indonesia,” ujarnya.

Elon Musk, hadir dalam acara ini dengan mengenakan Batik Bali berwarna hijau, menyatakan bahwa keberadaan Starlink akan membantu banyak masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses internet yang memadai.

“Saya sangat bersemangat untuk membawa konektivitas internet ke tempat-tempat yang konektivitas internetnya rendah. Internet seperti penyelamatan hidup karena dengan internet kita bisa belajar banyak hal,” katanya.

Peluncuran dan uji coba Starlink juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Menurut Menkes Budi, peningkatan konektivitas internet dapat membuka akses yang lebih baik ke layanan kesehatan dan memudahkan akses komunikasi antar-daerah.

Infrastruktur ini juga diharapkan dapat digunakan untuk layanan telemedisin, telekonsultasi, dan pemantauan pasien secara daring, sehingga masyarakat mendapatkan akses untuk layanan spesialis meski tinggal di daerah terpencil dan terluar.

Biaya untuk berlangganan dan pengadaan infrastruktur Starlink oleh Puskesmas tidak menggunakan anggaran Kemenkes, tetapi menggunakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di bawah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditransfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah setiap tahunnya.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email [email protected].

Disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode