Griya Literasi
Pemkot

Ketua DPD RI La Nyalla Dukung Amandemen UUD 1945

Senin, 24 Jun 2024 13:47 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen – Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, mengungkapkan dukungannya terhadap pengembalian UUD 1945 ke naskah asli sebelum amandemen. Dukungan ini didasarkan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Partai Gerindra yang secara tegas menghendaki pengembalian konstitusi tersebut. La Nyalla pun mengajak presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk mendukung langkah ini.

Keyakinan La Nyalla muncul karena AD ART Partai Gerindra secara eksplisit mencantumkan keinginan untuk mengembalikan UUD 1945 ke naskah asli. Menurutnya, pembahasan terkait hal ini akan kembali digulirkan setelah Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Sekarang saya yakin Pak Prabowo pun juga setuju, karena di dalam AD ART Gerindra itu kembali ke UUD 1945 jadi sudah gayung bersambut, jadi kita sekarang tinggal ngatur kita berdoa supaya pelantikan Pak Prabowo berjalan lancar, setelah itu kita akan mengajak beliau bersama-sama kita konsep mengembalikan UUD 1945 ke naskah aslinya,” kata La Nyalla di Telaga Senayan, Jakarta Pusat, dikutip dari Detik.com, Minggu (23/6/2024).

La Nyalla menambahkan bahwa pembahasan pengembalian UUD 1945 ke naskah asli tidak hanya akan melibatkan presiden terpilih, tetapi juga partai politik lainnya. Menurutnya, beberapa partai politik telah menunjukkan sinyal positif dan mulai membahas isu ini di internal mereka.

“Otomatis, pasti otomatis, kita kan juga usulkan dan sekarang juga dibahas parpol, kan pasti semua ada karena semua partai sudah setuju,” ungkap La Nyalla lebih lanjut.

Saat ditanyakan mengenai mekanisme pemilihan presiden yang tidak lagi melalui pemilihan langsung seperti yang diatur dalam naskah asli UUD 1945, La Nyalla menyatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan prinsip Pancasila. Dia berpendapat bahwa sistem pemilihan presiden saat ini telah menjauh dari nilai-nilai Pancasila dan lebih mendekati liberalisme.

“Oh ya enggak, kita harus ingat kerakyataan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan itu adalah Pancasila, kita sekarang sudah tinggalkan Pancasila, apa anda masih mau pertahankan itu? Kita jangan kemasukan liberal, kita harus bertahan,” tukasnya. (Ali/net)


Editor: Syaidina Ali

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode