Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

HeadlineOpini

Kisah Desy yang Beralih Berjualan ke Second Branded Akibat Pandemi Covid-19

Sumsel Independen – Pandemi covid-19 telah membuat ketidakstabilan ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Palembang. Salah satunya dialami Desy Octarina yang sebelumnya menjual pakaian baru yang harus putar otak agar mampu bertahan hidup di tengah terpahan pendemi yang membuat usahanya kesulitan.

Warga Jl.Arjuna Raya no.168. Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang Sako Palembang ini mengaku, harus beralih usaha ke pakaian second branded demi bisa mengais rezeki. Ia melihat peluang ini karena kebutuhan masyarakat akan pakaian, dengan harga ‘corona’ tapi tetap branded.

“Saya berpikir bagaimana harus bertahan di tengah pandemi ini dengan cara memulai untuk menjual barang second branded,” kata Desy mengawali perbincangan dengan wartawan Sumsel Independen sembari mengajak masuk ke rumahnya, Minggu (1/11).

Desy mengaku fokus jual online melalui facebook. Sejak awal, ia tidak ada niatan beralih usaha dari menjual pakaian baru, tapi karena adanya pandemi ini maka ia mencoba berjualan second branded dengan cara mengamati dan belajar dari pengalaman sebelumnya dimana ia dahulu juga suka membeli dan mengkoleksi second branded.

Baca Juga :   Dua Tahun Lebih Kepemimpinan HDMY Infrastruktur Sumsel Mendekati 100 Persen Mantap

“Awalnya saya menjual sepatu second melalui live di Facebook sebelum merambah ke barang-barang lain seperti tas, baju, topi dan lain-lain,” ungkapnya sembari menunjuk stok barang dagangannya yang menumpuk di dinding ruang tamu.

Ball second yang akan di jual

Meski terhitung baru, usaha second branded milik Desy ini cukup diminati pelanggan. Bahkan pembelinya banyak dari luar Sumsel, seperi Medan, Makassar, lombok dan pulau Jawa.

“Alhamdulillah banyak juga pembeli yang fix barang second yang saya live di facebook. Disitulah saya merasa bersyukur bahwa ada jalan untuk bertahan ditengah pandemi covid-19 dengan cara menjual barang second di media sosial secara live,” ungkapnya haru.

Pemilik akun facebook Echie Boedi ini menerangkan, barang second yang dijualnya bisa jauh lebih murah dari baru. Bahkan jika dibandingkan hanya 20 persen dari harga aslinya. Hal inilah yang membuat pelanggan mau membeli meskipun di tengah pendemi mengingat pakaian adalah kebutuhan.

Baca Juga :   BKPRMI Siap Sinergi Bangun Umat Berbasis Agama

“Untuk yang branded baju, celana dan tas mulai harga Rp 75-750 ribu. Sedangkan yang no branded mulai dari Rp20 ribu,” tuturnya.

Dalam berjualan melalui live facebook, Desy mengaku terkendala dengan jaringan. Apalagi ketika cuaca tak menentu membuat signal tak stabil sehingga bisa putus saat live, gambar blur dan cencel pembeli akibat alasan yang tak jelas.

“Adanya pembeli yang tidak jelas dan signal internet yang tidak stabil, tidak mengurangi langkah saya untuk terus berusaha berjualan demi menyambung kebutuhan hidup di tengah pandemi covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut, Desy menambahkan dari berjualan barang-barang second ini, banyak pembeli yang merasa puas. Ini membuatnya semakin bersemangat berdagang.

“Jujurlah dalam berjualan, bagus katakalah bagus dan yang minus katakan minus sehingga terjadi keterbukaan antara penjual dan pembeli,” ungkapnya.

Ia mengaku bisa saja berjualan secara ofline, tapi karena mengikuti anjuran pemerintah akan protokol kesehatan, lebih memilih untuk jualan online saja sekaligus mendukung Pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi covid-19.

Baca Juga :   Disdikbud OKU Timur Jawab Keluhan Wali Murid Terkait Surat Persetujuan Vaksin
Desy ketika sedang live di Facebook

“Kita online, tapi jika ada yang ingin lihat langsung kita persilahkan asalkan patuh protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak,” tutur Desy mempersilahkan pakai handsanitaiser yang ia siapkan.

“Dengan datang langsung kerumah, saya yakin pembeli akan puas dan bebas memilih secara visual barang jualan saya tanpa harus ikut live di media sosial”, tutupnya. (Cak_In)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button