Griya Literasi
Pemkot

Marion Jola Angkat Bicara tentang Istilah ‘Aura Magrib’ yang Ditujukan Kepada Fuji

Rabu, 19 Jun 2024 13:10 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Penyanyi muda Marion Jola memberikan tanggapan menohok terkait istilah “aura magrib” yang belakangan ini disematkan oleh Netizen kepada fujianti utami atau Fuji. Istilah tersebut dianggap oleh sebagian orang sebagai ejekan terhadap kulit yang cenderung gelap.

Marion Jola, yang akrab disapa Lala, mempertanyakan mengapa Netizen menganggap magrib sebagai sesuatu yang negatif atau buruk. Dalam sebuah podcast bersama Azka Corbuzier dan Nada Tarina Putri, Lala mengungkapkan pandangannya mengenai hal tersebut.

“Kayak kemarin tuh aku ngeliat kayak Kak Fuji, orang bilang aura magrib, ya (dianggap) istilah menjijikkan zaman sekarang tuh bilangnya aura magrib which is for me lucu,” kata Lala dalam podcast yang dikutip pada Rabu (19/6/2024).

Lala menegaskan bahwa magrib adalah waktu yang indah, baik secara visual maupun spiritual. Secara visual, senja atau magrib adalah momen matahari tenggelam yang banyak disukai oleh orang-orang karena keindahannya. Secara spiritual, magrib adalah waktu penting bagi umat Islam untuk melaksanakan Salat dan berbuka puasa, yang dinantikan dengan penuh syukur.

“Magrib itu cakep ada sunset. Magrib itu kalau misalkan di Muslim waktunya untuk Salat atau buka puasa. Indah banget loh waktu (magrib) itu. Terus kenapa tiba-tiba artinya jadi jelek jadi kotor cuma gara-gara mulut Netizen?” tambahnya.

Tanggapan dari Marion Jola ini langsung menuai berbagai reaksi dari Netizen. Banyak yang merasa kagum dengan pandangan Lala yang menghargai magrib sebagai waktu yang spesial dan indah, bukan sesuatu yang buruk.

“Setuju banget sama Lala. Magrib itu waktu yang sangat spesial, apalagi bagi umat Muslim,” tulis seorang Netizen di kolom komentar.

“Salut sama Marion Jola yang berani bicara soal ini. Semoga banyak yang sadar dan nggak pakai istilah itu lagi dengan konotasi negatif,” tambah yang lain.

Pandangan Lala ini mengajak kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan istilah-istilah yang mungkin saja memiliki makna dan nilai yang penting bagi orang lain. Magrib, bagi banyak orang, adalah waktu yang penuh keindahan dan makna spiritual yang mendalam.

Melalui pernyataannya, Marion Jola mengingatkan kita untuk lebih menghargai dan memahami nilai-nilai tersebut, dan tidak semata-mata mengikuti arus komentar negatif di media sosial. Hal ini juga menjadi pengingat pentingnya sikap saling menghormati dan bijak dalam berkomunikasi di era digital ini.(umi)

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode