Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Pemerintah Daerah

Masih Diusulkan, PSBB di Palembang Belum Dapat Dipastikan

Sumsel Independen – Melihat jumlah kondisi transmisi lokal penyebaran Covid-19 yang terus bertambah, Pemerintah kota (Pemkot) Palembang lakukan pembahasan terkait rencana Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Dikatakan Walikota Palembang, H. Harnojoyo, bahwa rencana penerapan PSBB saat ini telah diusulkan kepada Gubernur Sumatera Selatan. “Kapan waktunya kita belum tahu, apakah Minggu ini atau bukan,” kata H. Harnojoyo, Senin (20/04).

Ia juga menyampaikan, bahwa saat ini Pemkot Palembang telah mempersiapkan segala sesuatu syarat yang harus dipenuhi yang diterapkan pemerintah pusat jika PSBB itu akan diberlakukan. “Data-data pendukung untuk pengajuan usulan tersebut telah dipersiapkan,” ujarnya.

“Untuk penerapan PSBB, kita harus dapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan. Kami sedang persiapkan untuk menyampaikan surat resmi ke Pemerintah Pusat dan Gubernur, kemudian akan juga dikeluarkan surat instruksi yang sifatnya, protokol kesehatan bisa dilaksanakan dan dipahami ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :   Dodi Reza Pererat Silaturahmi Pensiunan Sipil Lewat PWRI

Masih dikatkannya, bahwa usulan tersebut juga direncakan akan disampaikan setelah merampungkan data pendukung sesuai kriteria penetapan PSBB, seperti data sebaran kasus Covid-19. “Anggaran sudah kita siapkan untuk penanganan virus Corona yakni Rp 200 miliar,” paparnya.

Walikota dua priode tersebut juga berharap kepada masyarakat untuk dapat mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan bilamana pemberlakuan PSBB diterapkan di Kota Palembang.

Selain kepada masyarakat, Harnojoyo juga berharap, jika diterapkannya PSBB, Pemkot Palembang melalui satuan gugus tugas Covid-19 juga melakukan koordinasi dengan Polri dan TNI serta Kejaksaan.

“Gugus tugas ini tergabung banyak pihak. Semuanya saya harap bisa berkolaborasi untuk menekan penyebaran Covid-19,” ucapnya. (ril/Bet)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button