Himbauan Vaksin Booster

Gasra Selalu Optimis Terus Berproses Menuju Sukses

Dirgahayu Kabupaten Musi Banyuasin ke 66 Tahun
HeadlineOpini

Menanamkan Rasa Nasionalisme Peserta Didik Melalui Lagu Wajib Nasional

NASIONALISME secara umum adalah pengabdian yang tinggi oleh bangsa terhadap negaranya yang diperlihatkan melalui sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat (Budiyono, 2007: 208). Keutuhan dan kekokohan suatu negara, tentu saja dipengaruhi oleh sifat nasionalisme bangsanya, selain nasionalisme, seorang bangsa juga harus mempunyai sikap patriotisme.

Nilai nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih berdiri. Nasionalisme sebagai salah satu paham untuk mengingatkan generasi muda akan kegigihan usaha para pejuang Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Jasa para pahlawan memang harus dikenang, namun dikenang saja tidaklah cukup.

Para pahlawan bangsa yang telah gugur tentu akan bangga bila perjuangan mereka diteruskan oleh generasi saat ini karena perjuangan mereka belum selesai. Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya (Budiyono, 2007: 211). Sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia

Baca Juga :   Herman Deru Siap Kucurkan Rp37 Miliar Bantuan untuk 9 Daerah Rawan Karhutla

Pengaruh era globalisasi sangat rentan terhadap penurunan rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme dikalangan pelajar di Indonesia semakin rendah. Hal ini dapat terlihat ketika banyak warga negara yang lebih membanggakan budaya bangsa lain dan acuh terhadap kekayaan yang menjadi ciri khas bangsa sendiri. Cara berpakaian oleh kebanyakan remaja-remaja Indonesia yang berdandan seperti selebritis yang cenderung mengarah ke budaya Barat. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Selain itu tawuran antara pelajar juga sering terjadi. Keadaan diperparah lagi ketika sosok pemimpin yang tidak dapat dijadikan contoh bagi para generasi muda. Berdasarkan berbagai kenyataan yang ada pada sekarang ini sangat rentan terjadi disintegrasi bangsa yang dapat menghancurkan negara, sehingga perlu ada penguatan nilai-nilai nasionalisme guna memperkuat dan menyatukan bangsa Indonesia

1 2 3 4Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button