Griya Literasi
Pemkot

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 H: Persiapan dan Syarat-Syarat Hewan Kurban

Kamis, 30 Mei 2024 11:54 3 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Lebaran Kurban atau Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah akan segera tiba dalam waktu kurang lebih setengah bulan lagi. Hari besar ini bukan hanya menjadi momen untuk merayakan selesainya ibadah haji, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk melaksanakan ibadah Kurban yang sangat dianjurkan. Dalam Islam, hukum berkurban adalah sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu secara finansial.

Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada musim haji ini dijadikan momentum bagi umat Muslim untuk menyempurnakan ibadahnya. Salah satu ibadah yang utama adalah menyembelih hewan Kurban. Namun, agar ibadah Kurban kita sah dan diterima, terdapat syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Berikut adalah penjelasan mengenai syarat-syarat hewan Kurban yang sesuai dengan syariat Islam, yang dirangkum dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Syarat-Syarat Hewan Kurban

  1. Jenis Hewan Hewan yang diperbolehkan untuk Kurban adalah hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, dan domba. Tidak ada ketentuan spesifik terkait jenis kelamin hewan tersebut, baik jantan maupun betina dapat dijadikan hewan Kurban asalkan memenuhi syarat lainnya.
  2. Usia Hewan Usia hewan menjadi salah satu syarat penting dalam Kurban. Hewan yang akan dikurbankan harus cukup umur:
    • Unta: Minimal 5 tahun dan masuk tahun ke-6.
    • Sapi: Minimal 2 tahun dan masuk tahun ke-3.
    • Domba: Minimal 1 tahun.
    • Kambing: Minimal 1 tahun dan masuk tahun ke-2.
  3. Kondisi Hewan Hewan yang akan dikurbankan harus dalam kondisi sehat dan bebas dari cacat atau penyakit. Hewan Kurban harus benar-benar fit dan diupayakan bertubuh besar, gemuk, dan memiliki daging yang banyak.
  4. Kepemilikan Hewan Hewan Kurban haruslah milik sendiri, hasil dari ternak sendiri, atau melalui jual beli yang sah. Hewan yang diperoleh dari hasil merampok atau mencuri, serta hewan yang dalam status gadai atau warisan yang belum dibagi, tidak sah dijadikan Kurban.

Pelaksanaan Kurban

Pelaksanaan Kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  • Waktu Penyembelihan: Penyembelihan hanya bisa dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, biasanya setelah salat Idul Adha.
  • Pelaksana Penyembelihan: Orang yang berkurban bisa menyembelih sendiri atau mewakilkan kepada orang lain yang mengerti tata cara penyembelihan yang sah sesuai syariat Islam.

tata cara penyembelihan

tata cara penyembelihan hewan Kurban harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam agar daging hewan tersebut halal dan dapat dikonsumsi:

  • Mengucapkan basmallah sebelum menyembelih.
  • Membaca sholawat Nabi Muhammad SAW.
  • Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
  • Membaca takbir tiga kali.
  • Menggunakan pisau yang tajam untuk menghindari rasa sakit pada hewan.
  • Tidak mematahkan tulang hewan sebelum hewan tersebut benar-benar mati.

Syarat Pembagian Daging Kurban

Pembagian daging hewan Kurban juga harus sesuai dengan ketentuan:

  • 1/3 daging diberikan kepada orang yang berkurban.
  • 1/3 disedekahkan kepada orang yang kurang mampu.
  • 1/3 lagi dibagikan sebagai hadiah kepada yang diinginkan oleh orang yang berkurban.
  • Daging Kurban harus dibagikan dalam keadaan mentah.

Larangan bagi Orang yang Berkurban

Orang yang akan berkurban dilarang memotong rambut, kuku, atau bulu setelah memasuki bulan Dzulhijjah hingga hari Kurban. Hal ini untuk menjaga kesucian dan mendapatkan pahala yang besar.

keutamaan berkurban

Berkurban memiliki banyak keutamaan:

  • Mendapatkan amalan yang dicintai Allah SWT.
  • Mendapatkan pahala berbagi kepada sesama.
  • Pahala berlipat ganda.
  • Hewan Kurban akan menjadi kendaraan di hari kiamat.
  • Menghilangkan sikap egois dengan berbagi kepada orang lain.

Dengan memahami dan memenuhi syarat-syarat ini, umat Muslim dapat melaksanakan ibadah Kurban dengan baik, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta membantu saudara-saudara Muslim yang membutuhkan. Ibadah Kurban tidak hanya memperkuat ketaqwaan, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial di antara umat Islam.

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode