Pemerintah Daerah

Oktafiansyah Imbau Masyarakat untuk Tidak Tersesat dalam Pahan Radikalisme

Sumsel Indpenden – Mengingat adanya aksi terorisme yang terjadi dua kali selama satu pekan ini, dengan aksi pertama di gereja katedral dan penyerangan di Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri), Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Sumatera Selatan terus mengingatkan generasi milenial terkait bahayanya paham radikalisme.

“Itu sangat membuat saya pribadi merasa berduka dan prihatin atas kejadian tersebut,” kata Ketua DKW Garda Bangsa Sumsel, M Oktafiansyah, Kamis (01/04).

Anggota DPRD Sumsel Fraksi PKB tesebut juga menjelakkan, bahwa apa yang terjadi tersebut belum diketahui secara jelas motif pelaku. Menurutnya, kejadian tersebut terindikasi dari para pelaku merupakan orang yang memiliki paham radikalisme

”Memang saat ini kita belum mengetahui secara jelas motif yang membuat para pelaku melakukan hal tersebut, namun jika dilihat secara pergerakan mereka ini merupakan orang – orang yang memiliki paham radikalisme dan berniat mengganggu stabilitas kehidupan bangsa Indonesia,” kata dia.

Baca Juga :   Harapkan Camat Segera Lakukan Perbaikan di Ruang Lingkup

Oleh karena itu dirinya mengajak masyarakat untuk memahami apa itu radikalisme, jangan sampai tersesat tentang radikalisme yang sangat membahayakan siapapun.

”Jika dipahami secara bahasa radikalisme merupakan paham dalam yang menginginkan suatu perubahan besar pada sesuatu yang diinginkan yang secara umum menggunakan cara – cara kekerasan, pada sejarahnya gerakan radikalisme lahir di Eropa pada abad 18, namun sekarang konsep ini sudah ditinggalkan karena selalu berakhir dengan sebuah peperangan yang menimbulkan banyak kerugian terutama harta dan nyawa,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa paham radikalisme di Indonesia sudah memasuki tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan menyebar serta menyelinap membaur di tengah tengah masyarakat.

“Kita yang awam hampir tidak mengetahui ciri sebenarnya seperti apa. Sebagai sesama warga Negara, bahkan Negara sendiri harusnya segera mewaspadai serta segera mengambil langkah pencegahan semenjak dini,” kata Oktafiansyah.

Baca Juga :   Meski Ditunda, Sumsel Siap Tuan Rumah Piala Dunia  U 20

Dirinya menjelaskan, pergerakan paham seperti ini tidak selalu diawali melalui tindakan kekerasan tapi lebih kepada sebuah pemikiran yang Ekstrem tentang sebuah perubahan, dan dapat dipastikan kedepannya setelah menyebar luas paham ini akan menimbulkan tindakan kriminal terorisme seperti yang terjadi saat ini.

”Perlu dicermati bahwa pergerakan paham radikalisme seperti ini tidak selalu diawali dengan tindakan kekerasan tapi lebih pada sebuah perubahan yang Ekstrim (Berlebihan), nah justru pemikiran atau paham seperti ini menyebar luas dipastikan selalu berujung pada tindakan kriminal (Terorisme) seperti yang saat ini terjadi,”Ujarnya. (Rill)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button