PendidikanSosial Kebudayaan

Pakar Qiroah Sab’ah Nasional Kembali Hadir ke Pondok Pesantren Assahil Lampung Timur

Sumsel Independen – Rasa syukur dan bahagiah nampak terlihat dalam raut wajah santri Pondok Pesantren Assahil Lampung Timur atas kehadiran Ulama Al-qu’an Indonesia yaitu pakar Qiroah Sab’ah Nasional, KH. Dr. Ahsin Saho Muhammad MA untuk kedua kalinya melalui tatap muka secara langsung guna memberikan motivasi sebagai pondasi untuk para pejuang penghafa Al-Qu’an.

Diketahui, kemeriahan acara tersebut juga diiringi juga dengan penampilan istimewa dari para anggota Nurul Ashwat, penampilan hadroh yang dipersembahkan para santri kepada beliau, serta dihadiri oleh pimpinan Pondok Pesantren Assahil KH. Munaji, Ketua Yayasan sekaligus kepala sekolah SMP Assahil Ibu Zulfa M.Ag, dan kepala sekolah SMA Assahil Ibu Fika Auna M.E, segenap para guru serta para santri dan santriwati Pondok pesantren Assahil.

Selain itu, suasana juga terlihat berlangsung secara meriah dengan penuh antusiasme para santri dan santriwati dengan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengungkapkan curahan hati selama ini, sehingga dapat selalu beristiqomah dalam menghafal Al-Qur’an serta mengharapkan bimbingan dari beliau.

Baca Juga :   Harapkan Kemajuan Olahraga Melalui Kepemimpinan Baru KONI Sumsel

Melalui motivasinya, KH. Ahsin Saho Muhammad, menyampaikan kepada santri dan santriwati dengan cara mengingat kembali akan wahyu yang pertama kali baginda besar Rasulullah SAW dapatkan Yakni surah Al-‘Alaq ayat 1-5 dan juga sebuah bahaya besar yang akan menghancurkan makhluk ciptaan Allah SWT yaitu keseombongan dalam surah Al-Baqoroh ayat 30-37.

“Kita dingingatkan kembali tentang Iqra’ ( Bacalah ), beliau menjawab akan pertanyan para santri tentang kunci beristiqomah dalam menghafal Al-Qu’an ialah selau tekun dalam mengulang membaca Al-Qur’an, dan ditegur akan bahaya yang sangat besar yaitu al-mutakabir (Kesoombongan) yang harus kita jauhi yang telah dicontohkan oleh Allah SWT bahwasanya Iblis menjadi penghuni Neraka akan sikap enggan dan sombongnya,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga Untuk menjelas kembali akan bahaya kesembongan dengan memberikan pedoman berupa “TARBIYYAH WA TA’LIMIYYAH”.

“Tarbiyyah yang berati pendidikan dan ta’limiyyah yang berupa pembelajaran, kata tarbiyyah diungkapkan terlebih dahulu dari pa ta’limiyyah dikarenakan sebuah pendidikan adalah bukti keta’atan dan ketekunan seorang murid kepada gurunya dan diiringi oleh pembelajaran untuk mengamalkan apa yang telah diemban selama ini dan mendapatkan su’batul ustadzy,” ujarnya.

Baca Juga :   Herman Deru Sangat Hargai Guru PAUD

“Seandainya kita hanya perpedoman kepada ta’limiyyah dan menghiraukan tarbiyyah maka timbulah bibit kesombongan dari diri kita dan tidak ta’at ,tekun dan berdisiplin dalam pendidikan,” tambahnya.

Ia juga berharap, melalui pertemuan yang barokah tersebut, ketaatan dari diri para santri Su’batul ustadzy dapat selalu muncul. “Tekun dan berdisiplin dalam berpendidikan dan mengamalkan apa yang telah diplajari agar selalu beristiqomah dalam belajar dan tetap berjungan menegakkan panji-panji islam Fisabilillah,” tungkasnya. (Rill)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button