Banner Abdullah Taufik

Gasra Selalu Optimis Terus Berproses Menuju Sukses

Dirgahayu Kabupaten Musi Banyuasin ke 66 Tahun
Kesehatan

Perlu Diwaspadai, ini Beda DBD dan Demam Flu Biasa

Sumsel Independen – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang berbahaya bahkan juga dapat mengancam jiwa seseorang apabila tidak ditangani sesegera mungkin. Kenyataannya apabila penyakit ini terlambat memperoleh perawatan maka dapat menyebabkan kematian.

Dilansir dari helth.detik.com, Perlu diketahui bahwa penyakit demam berdarah ini cukup sulit untuk dibedakan dengan penderita demam penyakit flu biasa. Tanpa disadari para orang tua mendapati anaknya mengalami DBD bahkan sampai dengan gejala yang sudah parah.

“Kita tahu antibodinya anak itu, respon imun anak lebih rendah daripada orang dewasa,” ujar Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sekaligus Ketua Komunitas Dengue Prof Dr dr Sri Rezeki, SpA(K) dalam sesi diskusi bersama Takeda, Selasa (13/12).

Perlu diwaspadai bahwa terdapat beberapa fase DBD, biasanya setelah melewati masa inkubasi, mulai munculnya gejala Demam Berdarah Dengue

Baca Juga :   Dandim 0418/Palembang Resmi Terima Nobat Bapak Asuh Stunting

Yang dapat diperhatikan pada anak adalah periode waktu demam, dimana Prof Dr dr Sri Rezeki, SpA(K) mengatakan anak yang mengalami DBD biasanya di pagi hari masih aktif, akan tetapi ketika di malam hari demam tinggi mulai dirasakan mereka.

“Waspadai jika sianak tidur terus, kemungkinan anak mengalami syok. Kontrol terus demam sianak, jika setelah hari ketiga tidak panas namun lesu tidak mau makan,” Terangnya

Anak yang menderita DBD acapkali tidak mengalami pilek. berikut gejala DBD yang perlu diketahui dan diperhatikan:

  1. Demam tinggi
  2. Tidak ada pilek
  3. Muka memerah
  4. Nafsu makan turun
  5. Nyeri otot dan sendi
  6. Mual/muntah

Adapun Fase Demam Berdarah Dengue (DBD):
Fase Pertama yakni hari ke-1 – 3, Demam cukup tinggi hingga 40°C kemudian disertai nyeri otot dan tulang.
Fase Kedua yakni hari ke-4 – 5, dimana ini merupakan fase kritis, didapati turunnya demam pasien hingga 37°C dan pasien sendiri akan merasa sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Perlu diperhatikan bahwa pada fase ini jika pasien tidak mendapatkan pengobatan maka dapat terjadi keadaan yang fatal dimana terjadinya pemecahan pembuluh darah yang mengakibatkan penurunan trombosit secara drastis.
Fase Ketiga yakni hari ke-6 – 7, Demam akan kembali dirasakan pasien. Pada fase ini disebut dengan fase pemulihan, dimana trombosit akan naik secara perlahan dan kembali normal, kemudian nafsu makan pasien mulai meningkat.

Baca Juga :   Paguyuban Sinarmas dan JMSI Sumsel Gelar Vaksinasi Booster

Pemberian vaksin merupakan salah satu cara untuk mencegah DBD. Sebagai alternatif, Vaksin Dengue Tetravalen dapat digunakan untuk pencegahan terbaik bagi keluarga dan juga masyarakat. (Cak_in/*)

Hj. Anita Noeringhati, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button