Griya Literasi
Pemkot

Perpisahan Sekolah Tak Wajib, Ketua PGRI Lahat : Sekolah Jangan Bebani Orang Tua 

Selasa, 28 Mei 2024 19:11 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen – Menjelang akhir tahun pelajaran 2023/2024 bagi satuan pendidikan mulai jenjang TK/PAUD, SD dan SMP se-Kabupaten Lahat, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lahat Dr Hasperi Susanto SPd MM menegaskan bahwa kegiatan Perpisahan/wisuda tidak wajib diselenggarakan.

Mengingat seringkali pihak Sekolah maupun komite mengganggap bahwa kegiatan Perpisahan/wisuda Sekolah menjadi fenomena yang biasa dan wajib dilaksanakan, terlebih lagi kegiatan tersebut sampai membebani orang tua Siswa.

“Perlu digarisbawahi dan menjadi perhatian bagi seluruh pihak Sekolah maupun komite jenjang TK/PAUD SD SMP sederajat di Kabupaten Lahat, kegiatan Perpisahan/wisuda itu tidak wajib. Kegiatan tersebut tidak boleh membebani orang tua Siswa ataupun peserta didik. Bagi yang melanggar, akan ada sanksi,” tegas Hasperi, Selasa (28/5/2024).

Hasperi menjelaskan, himbauan kegiatan Perpisahan/wisuda tidak wajib diselenggarakan sudah tertuang dalam surat edaran Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 14 tahun 2023 tentang Kegiatan Wisuda pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar, dan Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Menengah. Dalam surat edaran tersebut juga mengimbau dan memastikan bahwa kegiatan pada satuan PAUD, SD dan SMP yang melibatkan komite Sekolah dan orang tua/wali peserta didik, agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

“Imbauan tersebut semakin dipertegas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat melalui surat nomor 420/876/Sekret/P&K/2024 tertanggal 8 Maret 2024 dan ditandatangani Kepala Disdikbud Lahat Bapak Niel Aldrin,” ujar Hasperi yang juga selaku Sekretaris Disdikbud Lahat.

Lanjut Hasperi, pihak Sekolah bisa saja melakukan kegiatan serupa secara sederhana melalui kegiatan syukuran ataupun penyerahan kembali Siswa kepada orang tua karena telah di didik di satuan pendidikan tersebut. Lalu diselingi dengan kegiatan pentas seni sebagai wadah peserta didik menyalurkan bakat yang termasuk kedalam kurikulum merdeka.

Perpisahan itu bisa memungut biaya besar hingga ratusan ribu. Jangan sampai karena acara Perpisahan, orang tua jadi terbebani. Pihak Sekolah kan bisa bikin proposal mohon bantuan yang di ajukan kepada CSR perusahaan atau penerbit,” pesannya. (via)

Laporan: Via
Editor: Syaidina Ali

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode