Headline

Potensi Mengiurkan Ekspor Talas Beneng

Sumsel Independen – Sejumlah petani yang bergabung dalam koperasi Penatih Gede sukses mengembangkan tanaman talas beneng. Dimana talas yang dianggap merupakan tanaman tidak memiliki nilai jual ekonomis ini, ditangan petani Margodadi Kecamatan Semendawai Suku III, menjadi produk ekspor yang memiliki nilai ekonoki mulai dari daun, batang hingga akarnya.

Pengurus koperasi Penatih Gede Dasep Nurzaman SH,   mengatakan, talas beneng yang tanam saat ini seluas 43 hektar. Dimana dengan menggandeng Bank Sumsel Babel (BSB) untuk membantu permodalan, petani ini berniat menanam kembali 100 hektar talas beneng.

  “Talas beneng sangat mudah ditanam dan tidak mudah terserang hama. Talas beneng ini  bisa diolah menjadi tembakau yang diekspor ke Australia sejak 6 bulan lalu. Kami sendiri sudah berton-ton menjual talas beneng ke PT Tomy Energi yang ada di Lampung,” ujarnya.

Dikatakan, petani yang tergabung dalam koperasi Penatih Gede telah melakukan kontrak dengan PT Tomy Energi untuk menampung hasil talas beneng mereka sebanyak 6 ton per bulan dari permintaan 15 ton per bulan.

Baca Juga :   Sekda Muba Lepas Kafilah STQH ke-26 Tingkat Provinsi Sumsel

“Daun talas beneng ini dibeli 1.000 per kilogram. Setiap bulan dalam lahan 1 hektar mampu dipanen 3 ton. Belum lagi dari batang dan umbinya. Apalagi pangsa pasarnya juga sudah ada yang menampung,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Ir H Tubagus Sunarseno MSi melalui Sekdin Basyuni menambahkan, komunitas talas beneng merupakan salah satu inovasi produk pertanian. Talas beneng lebih mudah dan resiko diserang hama sangat kecil. “Dari daun sampai ke akar bisa dimanfaatkan. Daun jadi tembakau, batang dan umbi akar untuk pembuatan bahan makanan instan. Ini menjadi peluang bagi petani untuk menumbuhkembangkan pendapatan petani dimasa pandemi,” ucapnya.

Sementara, Direktur Operasional, Konvensional dan Syariah Bank Sumsel Babel, Oktiandi mengatakan, BSB sebagai bank milik daerah sudah sewajarnya membantu dan mensejahterakan masyarakat. “Apalagi tingkat kemacetan kredit petani di OKU Timur sangat kecil sehingga kuota kredit (KUR) terus kita ditambah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Gubernur Siapkan Regulasi Pemanfaatan Lahan Tidur Atasi Karhutla

Sedangkan Wakil Bupati OKU Timur HM Adi Nugraha Purna Yudha SH sangat menyambut baik apa yang menjadi terobosan petani di Kecamatan Semendawai Suku III. “Ini membuktikan petani kita sudah memiliki inovasi dan terobosan yang selama  ini hanya mengandalkan pertanian padi. “Bahkan petani dalam koperasi Penatih Gede ini mampu menggandeng Bank Sumsel Babel untuk membantu permodalan dalam mengembangkan tanaman talas beneng ini,” ucapnya bangga. (Jodi)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button