Himbauan Vaksin Booster

Gasra Selalu Optimis Terus Berproses Menuju Sukses

Dirgahayu Kabupaten Musi Banyuasin ke 66 Tahun
Headline

Raih Keuntungan Dibalik Covid 19 Penjual Bunga Di OKU Timur Laris Pembeli 

Sumsel Independen – Semenjak diliburkannya kegiatan belajar mengajar  di sekolah akibat mewabahnya virus covid 19 yang melanda Indonesia begitu juga OKU Timur membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencahariannya seperti pedang yang berkeliling di lingkungan sekolah.Terlebih lagi dengan di batalkan rencana kegiatan tatap muka 4 Januari 2021 .

Akibat dari hal tersebut membuat salah satu penjual makanan yang berkeliling di lingkungan sekolah harus mencari peluang usaha yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup salah satunya ada Parlin (45) warga desa Bukit Napuh kelurahan Bukit Sari kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur , yang berjualan makan keliling di sekitar lingkungan sekolah di kecamatan Martapura sejak tahun 2017 .

Harus gigit jari pasalnya sebagai pedagang makanan keliling dari lingkungan sekitar sekolah ke sekolah lainnya selama covid 19 Parlin tidak bisa berbuat apa-apa ,ia pun lantas Putar otak mencari peluang bisnis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari , semuanya anjlok saat kegiatan belajar mengajar di sekolah di liburkan “ujar Parlin Sabtu (2/1/2021).

Baca Juga :   Semangat Gotong Royong Warga RT 20

Imbasnya ia rasakan yang biasanya penghasilan hariannya Rp 200.000 bahkan lebih semenjak covid 19 penghasilannya menurun Rp 60.000 saja “ujarnya.

Namun dengan kondisi yang seperti ini menurut Parlin harus memutar otak untuk mencari peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan istri dan satu anaknya yang sedang kuliah “imbuhnya

Langkah yang diambilnya tepat, selama pandemi Covid-19 dan sekolah diliburkan. Bunga hias menjadi trend di  Indonesia begitu juga di Kabupaten OKU Timur, Seperti bunga algonema cladium dan janda bolong yang tengah trend di kalangan masyarakat.

Dengan pintarnya membaca situasi ia memutuskan untuk menjual tanaman hias tersebut yang bermula dari hobinya mencari dan mengoleksi tanaman hias di hutan sekitar rumahnya sekarang menjadi peluang usaha bisnisnya selama covid 19. Setelah beralih berjualan tanaman hias pemasukan saya sedikit demi sedikit kembali normal .

“Alhamdulillah saya berjualan di rumah banyak masyarakat sekitar bahkan dari luar kelurahan yang datang untuk membeli bunga hias seperti Keladi algonema janda bolong talas Hitam dan masih banyak lagi dengan kisaran harga paling murah seperti tanaman hias talas saya menjual  dengan harga Rp 50.000 per tanaman sedangkan untuk tanaman hiasa seperti algonema merah berkisar Rp 200.000  selama berjualan tanaman hias  Parlin bisa meraih keuntungan Rp 600.000 sampai 2 juta rupiah selama dua bulan terakhir “ujarnya. (Dodi)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button