Griya Literasi
Pemkot

Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Antisipasi Ancaman Kebakaran Hutan

Selasa, 25 Jun 2024 11:55 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) sejak 13 Juni 2024. Keputusan ini diambil setelah tiga daerah, yakni Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin (Muba), terlebih dahulu menetapkan status serupa.

“Kenaikan status ini sudah mencukupi syarat, karena tiga daerah telah menetapkan dari minimal dua daerah yang dibutuhkan,” ujar Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat Sumsel/">BPBD Sumsel, pada Senin (24/6/2024).

Status siaga darurat ini akan berlaku hingga 30 November 2024 atau sekitar 5,5 bulan, dan dapat dinaikkan menjadi status darurat jika kondisi memburuk.

Saat ini, sudah sembilan kabupaten/kota di Sumsel sedang berproses untuk menaikkan status mereka menjadi siaga darurat. Kesembilan daerah tersebut adalah Ogan Ilir (OI), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Lahat.

“InsyaAllah, bulan ini SK-nya keluar,” tambah Sudirman.

Penetapan status siaga darurat ini adalah langkah antisipatif untuk memitigasi potensi Kebakaran Hutan dan lahan, yang merupakan bencana tahunan di Sumsel dan sejumlah wilayah lain di Sumatera.

Sebagai bagian dari upaya penanganan, Sumsel/">BPBD Sumsel akan menyelenggarakan apel kesiapsiagaan Karhutla dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Jadwal pelaksanaannya sedang dalam proses penentuan. Selain itu, BPBD akan mengajukan pemakaian helikopter untuk patroli dan operasi water bombing ke BNPB, serta siap melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jika diperlukan.

Sudirman juga menegaskan bahwa BMKG telah memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli-Agustus 2024. Dalam periode tersebut, beberapa wilayah akan menjadi fokus utama dalam penanganan Karhutla. Pada tahun sebelumnya, ada 12 daerah di Sumsel yang menjadi perhatian utama dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan lahan.

“Dengan antisipasi penetapan status siaga darurat sejak dini, kita berharap dapat mengantisipasi Karhutla di Sumsel lebih efektif,” ungkapnya.

Kebakaran Hutan dan lahan di Sumatera Selatan seringkali mengakibatkan dampak yang luas, termasuk masalah kesehatan akibat asap yang ditimbulkannya. Pemerintah provinsi berharap dengan langkah-langkah yang telah disiapkan, kejadian Karhutla tahun ini dapat diminimalisir dan dampak negatifnya dapat dikurangi.

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode