Griya Literasi
Pemkot

Anggaran Fantastis Rp 475 Juta untuk Toilet SMPN Air Lesing Tuai Kritik

Senin, 18 Sep 2023 12:46 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Anggaran fantastis senilai Rp 475 juta yang dikucurkan melalui APBD Musi Rawas tahun 2023 untuk pembangunan Toilet SMPN Air Lesing Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Mura menjadi perhatian masyarakat. Proyek ini menuai kontroversi karena dinilai tidak memenuhi harapan penerima manfaat.

Pengerjaan proyek toilet yang dikerjakan oleh CV Bukit Sulap sejak awal diduga tidak transparan. Salah satu indikasi ketidaktransparanan adalah tidak adanya papan kegiatan proyek yang dipasang di lokasi pembangunan.

Wartawan yang melakukan pantauan langsung di lokasi proyek menemukan bahwa pengerjaan proyek tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Banyak bahan yang diduga dimanipulasi, mengakibatkan kondisi proyek yang rentan rusak. Beberapa lantai semen bahkan sudah mengelupas karena diduga penggunaan semen yang tidak memadai.

Kepala Sekolah SMPN Air Lesing, Retno Lumantar, S.Pd, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembangunan toilet yang tidak sesuai dengan anggaran yang besar tersebut. “Kondisinya menyedihkan dan tidak sesuai dengan anggaran yang ada,” ujarnya.

Menurut Lumantar, informasi yang diterima dari Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa toilet yang akan dibangun menggunakan WC duduk, namun kenyataannya yang terpasang adalah WC Jongkok. Hal ini menjadi bukti ketidaksesuaian antara rencana awal dan pelaksanaan proyek.

Lumantar telah berupaya untuk memastikan transparansi dalam proyek ini dengan mengingatkan kontraktor agar memasang papan merek proyek di lokasi pembangunan. Namun, upaya tersebut tampaknya tidak diindahkan oleh kontraktor, karena papan merek proyek dipasang jauh dari lokasi pengerjaan, sehingga tidak terlihat oleh masyarakat.

Salah satu warga, Firmansyah, juga mengecam pembangunan proyek ini dan meminta pihak berkompeten untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif. Ia mengingatkan bahwa penerima manfaat dari proyek ini adalah para murid yang sedang menimba ilmu, sehingga kualitas bangunan sangat penting.

“Saya berharap pihak berkompeten turun ke lapangan untuk mengecek kondisi bangunan ini. Jangan sampai ada indikasi pengerjaan proyek toilet dengan anggaran hampir setengah miliar ini melibatkan praktik korupsi,” tegas Firmansyah.

Firman juga mengancam akan melaporkan temuan ini ke Aparat Penegak Hukum jika tidak ada tindakan yang memadai dari pihak berwenang. Dengan begitu, masyarakat berharap agar kasus ini dapat diusut sesuai dengan peraturan yang berlaku. (den)

Laporan: Deni
Editor: Pram

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LXIII
    Majalah Independen Edisi LXI

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode