Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Sosial Kebudayaan

Cita-Cita Gus Solah Terwujud, Partogi : Kami Merasa Kehilangan

Sumsel Independen – Duka atas wafatnya Dr KH Shalahuddin Wahid (Gus Solah) masih dirasakan oleh berbagai pihak. Selain warga Nahdhiyin, duka tersebut juga dirasakan oleh salah satu penggagas Gerakan Kebajikan Pancasila, Iman Partogi HS.

Wafatnya Gus Solah yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur sekaligus tokoh bangsa itu nampak membuat dirinya sangat merasakan kehilangan.

Diketahui, Gus Solah wafat setelah mendapatkan perawatan intensif di RSCM Jakarta. Kepergian cucu pendiri NU itu menjadi duka mendalam bagi berbagai kalangan. Tak heran, jika doa-doa terus dipanjatkan untuk pengasuh pesantren Tebuireng tersebut dari penjuru negeri, termasuk dari Sumsel.

Dikatakan Partogi, Salahuddin Wahid atau kerap disapa Gus Sholah merupakan salah satu pendiri Gerakan Kebajikan Pancasila pada 7 Desember 2015 lalu bersama Buya Syafi’i Ma’arif, Saifullah Maksum dan Sabar Mangadoe. “Saat itu kami berlima mempunyai cita-cita agar Pancasila sebagai dasar negara harus dilembagakan,” kata Partogi, Senin (03/02).

Baca Juga :   Gelar Musyawarah, Kades Batu Surau Harapkan BLT DD Tepat Sasaran

Untuk diketahui, Pelembagaan tersebut saat ini sudah terwujud dengan nama Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang selanjutnya berubah menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat BPIP.

“Suatu hari di tahun 2015, kami bersama Gus Sholah dan Buya Syafi’i Maarif menyuarakan Pancasila. Selamat jalan Gus, cita-citamu agar Pancasila harus dilembagakan sudah terwujud. Terima kasih untuk semuanya,” tuturnya.

Ia juga mengajak semua komponen bangsa untuk terus mendoakan kepergian Gus Sholah di usia 77 tahun tersebut. “Tentunya kami merasa sangat kehilangan, salah satu tokoh nasional, guru bangsa yang humanis dan pluralis. Semoga kesalahan Gus Sholah diampuni Allah SWT dan diterima amal kebaikannya,” ucapnya. (WrC)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button