Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Financial TechnologyPemerintah DaerahSosial Kebudayaan

Gelar Pelatihan Secara Virtual Guna Menjadikan Pelatih yang Berkompeten

Sumsel Independen – Guna memastikan program Restorasi Gambut terus berlangsung secara berkelanjutan, aspek penguatan kelembagaan dan perancangan peraturan desa menjadi muatan penting dalam pelaksanaan restorasi gambut, khususnya di tingkat desa.

Dalam hal ini, selaku Project Manager Unit (PMU) Kemitraan Sumsel, Amir Faisal mengatakan, bahwa kemitraan melalui pendanaan program Desa Peduli Gambut saat ini telah melakukan penambahan 50 desa baru untuk difasilitasi penguatan kapasitas pemerintah desa dan pihak terkait dalam penyusunan peraturan desa.

“Program DPG direncang untuk dapat mengintegerasikan empat bidang utama pengembangan desa yaitu penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat secara simultan, dimana kapasitas kelembagaan memainkan peranan penting dalam penyelenggaraan tata kelola tersebut,” kata Amir, Sabtu (15/08).

Ia juga memaparkan, bahwa aspek kelembagaan meliputi system penyelenggaraan organisasi dan pengelolaan keuangan yang saling terintegrasi. Penguatan kapasitas kelembagaan Pemerintah desa juga dinilai penting memberikan peran dalam arah pembangunan desa.

Baca Juga :   Pilkades OKUT Akan Di selenggarakan Pada 7 April 2021 Dengan Prokes Yang Ketat

Pentingnya pengetahuan terkait dasar infomasi yang digunakan, pelaksanaan perancangan peraturan desa, dan penerapan peraturan desa sangat perlu untuk dipahami oleh perangkat desa.

“Dengan dasar pemahaman yang cukup, maka integrasi pembangunan desa dan upaya restorasi ekosistem gambut dapat memitigasi kerusakan lingkungan ataupun kerugian ekonomi dimasa mendatang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kemitraan/Partnership for Governance Reform menyelenggarakan Pelatihan untuk Pelatih dalam membangun Perancangan Peraturan Desa terkait Restorasi Gambut yang dilaksanakan di 50 desa baru program Desa Peduli Gambut di 5 Propinsi: Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Desa Perigi, Desa Simpang Heran, desa Bukit batu KAB OKI dan desa Siju KAB Banyuasin), Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah dan Kegiatan ini dilaksanakan Selama 5 hari dari tanggal 10 Agustus Sampai 15 Agustus 2020. Narasumber Kegiatan ini diantaranya adalah Narasumber.

Diketahui, hadir juga selaku narasumber, yaitu Kemendagri (Ditjen Bina Pemdes, Direktorat Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa), Rival G. Ahmad, SH. LLM, Kemitraan/Partnership, BRG (Deputi III Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan, Subdit Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah, Ditjen Peraturan Perundang-Undangan, Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga :   Target 460 Ribu Warga, Hampir 80 Persen Warga Muba Akan di Vaksin

“Sebagaimana kondisi pandemic covid-19 yang saat ini masih berlangsung, maka kegiatan pelatihan untuk pelatih dilakukan secara virtual atau daring dengan memanfaatkan teknologi komunikasi virtual (Zoom) dengan tetap mengoptimalkan diskusi dan konsultasi jarak jauh dengan Master Trainer dan co-fasilitator pelatihan ini,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Joni Saputr mengungkapkan, dengan adanya pelatihan untuk pelatih tersebut dinilai telah memberikan pemahaman peran, tugas dan fungsi pelatih dalam penyelenggaraan Lokakarya dan Pelatihan serta Asistensi perancangan peraturan desa.

“Yang pastinya membantu meningkatkan pengetahuan pemerintah desa serta masyarakat desa tentang penyusunan kebijakan dan regulasi tingkat desa lebih baik sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku, sehingga hal itu mampu mendukung transparensi dan akuntabilitas penyelenggaraan program penguatan kebijakan di desa peduli gambut,” tungkasnya. (ril)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button