Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

HukumSosial Kebudayaan

Murah dan Sederhana, Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ Buat APD Sendiri

Sumsel Independen – Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 yang telah menjadi permasalahan global di seluruh dunia, personel Pos Dafala Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ yang berada di Dusun Dubasa A Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur membuat APD (alat pelindung diri) yang murah dan sederhana sesuai tuntutan delapan poin kewajiban sebagai seorang prajurit TNI berupa menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif R 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M dalam rilis tertulisnya di Atambua Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/04).

Dikatakan Dansatgas, pembuatan alat pelindung diri tersebut dimulai sejak mewabahnya penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia dan baru ditampilkan pada Jum’at (17/04) saat kegiatan penyemprotan di lingkungan masyarakat.

“Mewabahnya pandemi Covid-19 di seluruh daerah di Negara Indonesia telah mendorong motivasi personel kami yang bertugas menjaga keamanan wilayah perbatasan RI-RDTL untuk menciptakan alat pelindung diri yang murah dan sederhana,” katanya.

Baca Juga :   Walikota Palembang Berikan Apresiasi Terhadap Kontribusi Kolonel Arm Widodo

“Alat ini telah kami uji coba dalam kegiatan penyemprotan rumah-rumah warga yang berada di sekitar Pos Dafala perbatasan RI-RDTL,” tegas Dansatgas.

Dijelaskannya, pembuatan alat pelindung diri tersebut dilakukan oleh Serda Komang Anom Tirta bersama seorang rekannya disela-sela waktu istirahat di pos.

“Sederhana, karena modal yang dikeluarkan relatif murah yaitu dengan mengunakan bahan map mika, busa alas setrika, karet pegas dan lem double tip,” tuturnya.

“Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan APD sederhana ini yaitu penggaris, pensil, pisau kater serta gunting, dan menghabiskan waktu sekitar 5 s.d 10 menit untuk membuat satu APD,” lanjutnya.

Ia juga berharap, bahwa alat pelindung diri sederhana tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh personelnya, serta dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menangani penyebaran wabah Covid-19.

Sementara itu, Serda Komang Anom Tirta selaku Bintara Pelatih di jajaran Kompi Tempur III menyampaikan, bahwa penyebaran wabah Covid-19 yang telah menjadi permasalahan Bangsa telah memotivasi mereka untuk berbuat bagi keselamatan masyarakat Indonesia, khususnya warga yang ada di sekitar perbatasan RI-RDTL.

Baca Juga :   Tinjau Pasar Sako, Babinsa Lebung Gajah Ingatkan Juru Parkir untuk Tetap Waspada

“Penyebaran wabah Covid-19 yang telah menjadi permasalahan Bangsa telah memotivasi kami untuk berbuat bagi keselamatan masyarakat Indonesia, khususnya warga yang ada di sekitar perbatasan RI-RDTL,” ucapnya. (WrC/ril)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button