Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Headline

Toko Harta Karun Jual Baju Second Branded dengan Harga Corona

Sumsel Independen – Segala cara dan inisiatif harus dilakukan untuk bertahan ditengah mewabahnya virus corona khususnya di Kota Palembang, seperti yang dilakukan oleh Toko Harta Karun yang berinisiatif membuka secara offline dagangan baju second miliknya.

Pemilik Toko Harta Karun, Heru mengatakan bahwa sebelumnya dagangan baju miliknya dijual secara online melalui media Sosial seperti Facebook, akan tetapi untuk mempermudah pembeli dalam memilih dan melihat langsung baju yang diinginkannya maka ia mengambil inisiatif berjualan secara offline juga di rumah.

“Dengan adanya pemberlakuan new normal dari pemerintah kota Palembang, maka toko baju yang baru saja saya rintis bisa beroperasi dengan tetap mematuhi aturan pemerintah dalam menjalankan protocol kesehatan”,jelasnya.

Heru yang memiliki hobi olahraga bola voli ini menerangkan bahwa sebelumnya ia bekerja di toko baju baru milik keluarganya, sebelum ia merambah berjualan baju second branded seperti saat ini.

Baca Juga :   Gandeng CV Lestari Motorindo, PWI Sumsel Meriahkan HPN ke 74

“Karena sepinya pembeli dimana saat itu perberlakuan protocol kesehatan secara ketat dan social distancing yang di berlakukan oleh pemerintah maka toko keluarga saya terpaksa ditutup, dan saya sendiri beralih jualan second branded secara online dan ofline”, terangnya.

Toko Harta Karun milik Heru yang beralamat di Jalan serasi 1 lorong Serasan 6 KM 12 Palembang ini menjual beraneka ragam barang second branded
Seperti baju, topi, jacket, hoodie, celana dan sepatu dengan harga bervariatif, dari harga Rp. 25.000,- sampai dengan Rp350.000, -.

“Untuk masalah harga, dijamin harga di toko saya sudah paling murah, seperti baju yang branded kebanyakan saya jual dikisaran harga Rp. 25.000 sampai dengan 350.000,-“,terangnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan dengan tidak stabilnya perekonomian saat ini, untuk daya beli masyarakat akan pakaian baru mengalami penurunan yang signifikan

“Harga yang mahal dan bahan yang tidak menjamin kualitas maka dapat merubah paradigma masyarakat beralih ke pakaian second, seperti yang pernah ia dengar slogan “Harga Corona tapi Branded”. Harga corona yakni harga yang terjangkau oleh masyarakat ditengah wabah pandemi covid19 dan branded sendiri memiliki makna barang yang didapat memiliki merk yang sudah diakui dunia”, Jelasnya.

Baca Juga :   Hama Tikus Menyerang, POPT Segera Salurkan Bantuan Racun Tikus

Heru berharap agar pandemi covid 19 ini segera berakhir sehingga aktifitas masyarakat kembali seperti semula yang akhirnya perekonomian masyarakat umumnya di Indonesia meningkat.

“Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga daya beli masyarakat akan kebutuhan pakaian semakin meningkat”, pungkasnya. (Cak_In)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button