Himbauan Vaksin Booster

Banner Abdullah Taufik

Gasra Selalu Optimis Terus Berproses Menuju Sukses

Dirgahayu Kabupaten Musi Banyuasin ke 66 Tahun
HukumPemerintah DaerahPolitikSosial Kebudayaan

UU Cipta Karya Dinilai Akan Rugikan Masyarakat Indonesia

Sumsel Independen – Terkait Pengesahan UU Cipta Kerja yang menuai penolakan, tak hanya ditingkat pusat, fraksi partai di daerah pun sejalan sikapnya. Seperti disuarakan salah satu petinggi PKS di Sumatera Selatan.

Dalam hal ini Anggota DPRD Sumsel Fraksi PKS, Syaiful Padli, Selasa (6/10) mengatakan, dengan disahkannya UU Cipta Kerja ini menjadi kado terburuk di akhir tahun untuk rakyat Indonesia, terutama pekerja yang ada di seluruh indonesia.

Dituturkan Syaiful Padli, kami mengajak untuk menolak UU ini lewat mekanisme perarturan yang berlaku.

“Salah satunya kita menggugat di MK, artinya ini ada peluang ketika seluruh masyarakat ini terutama para pekerja yang menolak dan menyuarakan bersama. Ini bisa menjadi semangat motivasi teman-teman di parleman bahwa apa yang terjadi hari ini,”terangnya.

“Harapan kita kedepan UUD ini bisa dibatalkan, karena ini sangat merugikan masyarakat Indonesia terutama kondisi bangsa Indonesia saat ini dalam pandemi covid 19,”jelasnya.

Baca Juga :   Gandeng PT Pusri dan PT Pertamina, Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Dan kami sejalan apa dengan fraksi PKS di DPR RI bahwa kami sejak awal menolak Hak RUU Cipta karya, ini dibuktikan dengan beberapa kali aksi tolak cipta karya, kami selalu hadir dan menyatakan kami mendukung tolak cipta karya.

Karena Aturan yang isi UUD itu tidak berpihak dari pada pekerja dan berpihak kepada pemilik modal. “Artinya kita khawatirkan pengusaha ini akan zholim terhadap pekerjanya dengan dilandaskan UUD yang sah. Tidak adanya UUD cipta kerjapun banyak pekerja yang dizholimi, ditambah adanya UUD ini, sama saja ini mereka sudah jatuh di timpa tangga,”pungkasnya. (ptr)

Hj. Anita Noeringhati, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button