Pemerintah Daerah

Pemkot Palembang Terima Bantuan 10 Unit Bus dari Kemenhub

Sumsel Independen – Dalam memberikan kepastian kepada para penumpang Light Rail Transit (LRT), Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta LRT untuk dapat dioptimalisasi terkait waktu tempuh kereta.

Hal tersebut diutarakan, Budi Karya Sumadi saat datang dan meninjau LRT di kota Palembang dengan didampingi Walikota Palembang H. Harnojoyo serta Kapolda Sumsel Irjen Firli Bahuri, Minggu (29/09).

“Optimalisasi LRT menyesuaikan batas kecepatan (taspat) sehingga waktu tempuh dapat dipersingkat dari 60 menit menjadi 47 menit. Adapun untuk waktu antara (headway) lebih singkat dari rata-rata 30 menit menjadi 18 menit, Ini merupakan upaya pemerintah agar penumpang LRT lebih dapat kepastian waktu untuk menumpangi LRT,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, bahwa kedepan akan ada connecting khusus antarmoda, yang mana Trans Musi bisa menjadi angkutan pengumpan (Feeder) bagi LRT. “Jika perlu dilakukan juga penambahan rute (re-Routing),” ujarnya.

Baca Juga :   Plh Sekda Sumsel Secara Resmi Tutup Kejurda Tenis Meja Gubernur Cup 2021

Ia menilai, dalam meningkatkan jumlah penumpang sangatlah membutuhkan waktu. Menurutnya, LRT cocok digunakan untuk kota yang berpenduduk minimal 3 juta jiwa.

“Palembang tegolong beruntung dengan penduduk 1,8 juta orang sudah memiliki LRT, dan dibutuhkan peran Walikota dalam meningkatkan pengguna LRT,” tuturnya.

Seiring dalam kegiatan tersebut, bertempat di Stasiun LRT Sumsel DJKA Palembang. Kementerian Perhubungan juga nampak menyerahkan bantuan 10 Unit Bus kepada Pemerintah Kota Palembang dan berharap pelayanan Angkutan Massal berbasis Bus atau Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi di Kota Palembang dan sekitarnya semakin meningkat.

“Secara khusus memang saya mengharapkan Pak Walikota melihat secara detail, jangan ada angkutan yang redundant atau bertumpuk di satu jurusan tertentu. Apa yang menumpuk harus dipisahkan, untuk itu kita beri 10 bis untuk menyelesaikan masalah itu,” ungkapnya.

Masih dikatakan, ada beberapa kota yang sudah mengajukan untuk dibangun LRT, seperti Bandung, Yogyakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Namun, menurutnya hal tersebut masih dalam suatu kajian, mengingat LRT membutuhkan investasi yang cukup mahal.

Baca Juga :   Panglima TNI Sebut Penanganan Covid di Sumsel Layak Dicontoh

Sementara, Wali Kota Palembang, Harnojoyo yang turut mendampingi Menteri Perhubungan tersebut menyampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang telah menerapkan beberapa cara untuk meningkatkan keterisian LRT.

Dikatakannya, saat ini Pemkot telah mengeluarkan Perwali untuk mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang untuk menggunakan LRT satu minggu sekali, yakni setiap hari Selasa.

“Semoga perlahan dengan adanya Perwali ini, dapat meninggalkan kendaraan pribadinya, dan menggunakan transportasi masal LRT,” ucapnya. (ril)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button