Himbauan Vaksin Booster

Banner Abdullah Taufik

Gasra Selalu Optimis Terus Berproses Menuju Sukses

Dirgahayu Kabupaten Musi Banyuasin ke 66 Tahun
HeadlineSosial Kebudayaan

Petani Menjerit Harga Gabah Anjlok

Sumsel Independen – Bulan suci ramadhan 1443 H yang juga bersama dengan Panen raya Padi yang tengah berlangsung di beberapa wilayah di kabupaten OKU Timur tidak membuat harga gabah menjadi Naik justru harga gabah anjlok. Selasa (5/4/2022)

Ditengah harga sembako di bulan suci ramadhan meningkatkan tajam di pasar Martapura justru harga gabah saat panen raya malah anjlok dari hari ke hari, yang mana saat awal panen raya harga gabah mencapai Rp. 4.200 perkilogram kini harga gabah anjlok menjadi Rp. 3.600 hingga Rp. 3.700 Perkilogramnya

“Dari harga waktu awal panen raya Rp. 4.200 Perkilogramnya sekarang turun jadi harga Rp.3.600 Perkilogramnya, apa lagi semalam hujan padi yang mau di panen jadi basah yang ada malah gak laku,Ungkap Mugi petani padi di Dusun Bukit Napuh.

Mugi juga mengatakan selain harga gabah yang anjlok harga beras di petani juga menurun
Menjadi Rp. 7.500 sampai Rp. 7.000 Perkilogramnya.

Baca Juga :   Muba Luncurkan Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

“Panen raya pertama tahun ini kualitas padi cukup bagus , tapi ketika panen harga gabah malah anjlok di jual harganya murah gak di jual kami butuh modal untuk tanam padi lagi, ” Jelasnya

Hal serupa juga di ungkapkan tukimin yang juga petani padi di Dusun Bukit Napuh harga gabah miliknya hanya di hargai Rp. 3.600 Perkilogramnya turun dibandingkan dengan awal panen.

“Harga gabah kemungkinan akan terus menurun bisa bisa harga gabah bisa jadi Rp. 3.000 Perkilogramnya, ” Jelasnya

Tukimin dan petani gabah lainnya berharap harga gabah bisa kembali normal di tengah harga sejumlah kebutuhan pokok yang naik di bulan suci ramadhan.

“Kami dan petani lainnya berharap di tengah kebutuhan yang naik, harga gabah bisa tinggi, karena dari gabah inilah mata pencaharian dengan harga gabah yang tinggi setidaknya kami bisa memenuhi kebutuhan kami di bulan suci ramadhan ini dan bisa menanam padi lagi setelah ramadhan,” harapannya. (J)

Hj. Anita Noeringhati, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button