Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Headline

SLPG Pilihan Efektif dalam Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar. 

Sumsel Independen– Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) dirancang khusus sebagai langkah edukasi agar petani menerapkan praktik agroekologi (pertanian ekologis) atau pertanian alami.

Demikian diungkapkan Syamsul Asinar Radjam dari Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) saat dibincangi wartawan Sumsel Independen di Muba, Sabtu (15/8).

Dikatakan, pendekatan agroekologi menjawab kebutuhan pemulihan atau restorasi gambut karena sejumlah alasan. Di antaranya; menerapkan pengelolaan lahan tanpa bakar, tidak mengubah lansekap alami, mengutamakan keanekaragaman hayati, memelihara dan memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya lokal untuk merawat kesuburan alami tanah, memelihara tanaman dan ternak.

Lalu, melepas ketergantungan terhadap bahan agro-kimia yang selama ini didatangkan dari luar tetapi berdampak buruk bagi gambut, kesehatan, dan produktivitas hasil tani.

“Masyarakat yang hidup di kawasan gambut telah beradaptasi dengan ekosistem yang khas. Proses adaptasi dari generasi ke generasi melahirkan banyak pengetahuan agroekologis. Tetapi seiring waktu, pengetahuan maupun praktik pertanian ekologis ini mulai tergerus,” ulasnya.

Baca Juga :   Temui Ribuan Mahasiswa, Herman Deru Segera Sampaikan Aspirasi ke Pusat

Melalui SLPG, lanjutnya, para petani gambut berkesempatan bertukar pengetahuan dan pengalaman bertani alami, saling menyegarkan dan menyempurnakan pengetahuan.

“Dengan demikian, SLPG menjadi salah satu pilihan efektif dalam revitalisasi pengelolaan pengetahuan dan praktik yang selaras dengan pemulihan gambut yang diusung BRG,” pungkasnya. (Cak_In)

Sumsel Independen

Redaksi Sumselindependen.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button