Griya Literasi

Tradisi Panen Buah Duku hampir punah

Kamis, 4 Apr 2024 12:02 4 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — duku umumnya memiliki rasa manis dan sedikit asam. Rasanya yang unik membuatnya diminati sebagai buah camilan segar. duku juga mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin C, serat, dan kalium.

Pohon duku biasanya tumbuh di daerah tropis dengan cuaca hangat dan lembap. Buah ini tumbuh dalam kelompok dan sering kali dijajakan di Pasar-Pasar lokal. Dalam budaya di beberapa negara, duku juga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan.

Dalam beberapa tahun terakhir, varietas unggul dari duku telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya. Selain itu, duku juga bisa dijadikan bahan dasar untuk produk olahan seperti jus, selai, dan makanan ringan lainnya.

Tradisi panen buah duku di beberapa wilayah hampir hilang. Ini disebabkan buah duku yang merupakan buah tahunan, saat ini pohonnya sudah sangat sedikit. Selain itu, buah duku kadang tidak setiap tahun menghasilkan buah, terutama dari pohon-pohon yang sudah tua. Regenerasi pohon duku sangat sedikit.

Generasi tahun 1990 an tidak lagi menanam buah ini. Sehingga populasi buah duku di Sumsel sudah jarang.

Tradisi panen duku ini mengumpulkan seluruh keluarga di salah satu kebun. Dari orang tua sampai anak-anak membawa karung dan juga terpal, duku yang diturunkan dari atas pohon dimasukan keranjang dan diturunkan dengan tali, adapaun dengan cara menggoyang goyangkan pohon dan di bentangkan terpal di bawahnya dan di pungut lalu di masukkan ke dalam karung.

Banyaknya duku yang berjatuhan inilah yang menjadi rebutan orang dewasa dan anak-anak. masing-masing rebutan mengisi karung sampai penuh untuk dibawa pulang. Sebelum pulang biasanya rombongan keluarga ikut mensortir atua memilih buah duku.

Panen buah bersama keluarga adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan berkesan. Ini adalah saat di mana anggota keluarga dapat berkumpul, bekerja sama, dan menikmati hasil jerih payah mereka. Berikut adalah beberapa tips untuk mengadakan panen buah bersama keluarga yang menyenangkan.

Pilih Buah yang Tepat: Tentukan jenis buah yang akan dipanen. Pilihlah buah yang sesuai dengan musim dan tumbuh dengan baik di daerah Anda.

Griya Literasi

Tentukan Tanggal dan Waktu: Jadwalkan panen buah pada waktu yang tepat, biasanya saat buah sudah matang. Pastikan semua anggota keluarga bisa hadir pada waktu tersebut.

Siapkan Alat dan Perlengkapan: Siapkan alat-alat yang diperlukan untuk memetik buah, seperti tangga, alat pemotong, keranjang, dan sarung tangan. Pastikan semua perlengkapan aman dan dalam kondisi baik.

Bagi Tugas: Bagi tugas kepada setiap anggota keluarga. Beberapa bisa memetik buah, sementara yang lain dapat mengatur buah di dalam keranjang atau wadah.

Ajarkan Anak-Anak: Ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk mengajarkan anak-anak tentang pertanian, alam, dan pentingnya bekerja sama. Biarkan mereka terlibat dalam proses dan jelaskan tentang buah-buah yang mereka panen.

Berikan Edukasi: Jelaskan kepada anggota keluarga tentang jenis buah yang dipanen, bagaimana cara merawatnya, dan manfaatnya bagi kesehatan.

Nikmati Momen Bersama: Selain dari panen itu sendiri, jangan lupa untuk menikmati waktu bersama keluarga. Anda bisa berbicara, bercanda, atau bahkan membuat piknik dengan buah- buah yang sudah dipanen.

Rekam Momen: Ambil foto atau video selama proses panen buah bersama keluarga. Ini akan menjadi kenangan berharga yang bisa dilihat kembali di masa depan.

Bagikan Hasil: Setelah selesai memanen, bagi hasil dengan anggota keluarga atau bahkan tetangga dan teman.

Rencanakan Kegiatan Lanjutan: Setelah panen selesai, Anda bisa merencanakan kegiatan lanjutan seperti memasak atau membuat makanan dari buah-buah yang dipanen, atau mungkin merencanakan kunjungan berikutnya ke tempat lain.

Ingatlah bahwa tujuan utama dari panen buah bersama keluarga adalah menciptakan kenangan yang indah dan mempererat hubungan antara anggota keluarga. Jadi, pastikan semuanya berjalan dengan santai dan menyenangkan.

Tapi kini Harga buah duku di wilayah Muara Enim sepekan ini mengalami penurunan. Turunnya harga harga buah yang banyak disukai itu akibat panen serentak di sejumlah wilayah di Kecamatan Ujanmas dan Gunung Megang.

Para Pedagang musiman buah dukung yang tersebar di sejumlah tempat, di Pasar Impres, maupun di sekitar Tugu Perjuangan Kota Muara Enim banyak di jumpai harganya turun drastis. Semula harga duku Rp 15 ribu per kilogram, sekarang ini harganya turun menjadi 5 ribu sampai 8 ribu per kilonya.

Menurut Pedagang duku musiman ditempat itu, bahwa turunnya harga duku ini disebabkan panen sedang melimpah. Meskipun permintaan dari luar kota masih tinggi, akan tetapi tidak sebanding dengan hasil panen duku pada tahun ini.(mahasiswaUIN/salzhabilla)

Laporan: Salzhabilla
Editor: umi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LIV

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode