Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Pemerintah DaerahSosial Kebudayaan

Patut Diperhitungkan, Banyak Pencapaian yang Berhasil Diraih BRG di Sumatera Selatan

Sumsel Independen – Terkait rencana pembubaran terhadap Badan Restorasi Gambut (BRG) oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat ini telah banyak menjadi perbincangan publik, salah satunya yaitu di Provinsi Sumatera Selatan.

Sekretaris Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumsel, Eko menilai, bahwa sinergisitas antara BRG dan TRGD telah berjalan baik dan TRGD juga telah memfasilitasi program-program BRG ke 7 Kabupaten di Sumsel yang merupakan wilayah kerja BRG.

“Terkait wacana pembubaran BRG merupakan kewenangan Presiden yang memutuskan namun sesuai pernyataan Bapak Herman Deru Gubernur Sumsel bahwa kegiatan restorasi gambut di Sumsel tetap berjalan seperti biasa untuk kedepan, bahkan akan lebih dioptimalisasi lagi,” kata Eko saat dikonfirmasi, Sabtu (18/07).

Ia juga memaparkan, bahwa BRG melalui skema Tugas Pembantuan (TP) yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan (DLHP) Sumsel dan Penugasan yang dilakukan langsung oleh BRG, melalui Kedeputian 2 Bidang Konstruksi telah berhasil membangun 774 Unit Sekat Kanal, 331 Unit Sumur Bor, 250 Hektar Pilot Project Revegetasi dan 66 Paket Revitalisasi Ekonomi Masyarakat berupa bantuan hibah ekonomi produktif.

Baca Juga :   Open Gestrek Champions Kabupaten OKU Timur 2022 Resmi Dibuka

“Untuk BRG melalui Deputi 3 Bidang Sosialisai, Partisipasai dan Kemitraan juga telah berhasil membina 73 Desa Peduli Gambut (DPG) se-Sumsel dengan program bantuan ekonomi produktif, pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), Pelatihan Paralegal Desa, Program Dai/Ustadz Peduli Gambut, Pelatihan Sekolah Lapang bagi para petani muda dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara itu, masyarakat khususnya Kelompok Tani Sinar Harapan Desa Rambai (DPG 2019), Kecamatan Pangkalan Lampan, Kabupaten OKI Sumatera Selatan merasa sangat terbantu dengan adanaya BRG.

Diketahui, bahwa Kelompok Tani tersebut terbentuk atas inisiasi BRG lewat Program DPG th 2019. Setelah mengikuti pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG).

Melalui SLPG, dua orang kader SLPG, Andy dan Basri yang merupakan masyarakat dari DPG Desa Rambai membentuk lelompok tani dan mulai membuat Lahan Percontohan Mini (Mini Demplot) dengan memanfaatkan lahan pekarangan dengan sistem organik dan tanpa bakar.

Baca Juga :   Bertepatan Hari Pangan Sedunia, PSR di Muba Panen dengan Produktifitas Tinggi

Dengan sukses mengembangkan tanaman Jahe Merah dengan organik, kelompok tani tersebut berhasil mendapatkan bantuan modal dari BKSDA melalui program Bantuan Ekonomi Produktif di tahun 2020 saat ini, kemudian para kelompok tani tersebut kembali menanam jahe merah dengan luas lahan 1 Hektar. (Ril)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button