Griya Literasi

Tembok Rumah Mertua Audi Marissa Runtuh Akibat Terdampak Gempa di Taiwan

Kamis, 4 Apr 2024 16:57 2 menit membaca
PEMKAB MUBA

Sumsel Independen — Tembok rumah mertua dari selebriti terkenal Audi Marissa di Taiwan menjadi korban dari Gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 skala Richter yang melanda Taiwan Timur pada Rabu (3/4/2024).

Gempa ini mengakibatkan lebih dari 1.000 orang terluka, sementara banyak lagi dinyatakan hilang.

Audi Marissa, melalui akun Instagramnya, menyampaikan keprihatinan atas kondisi rumah mertuanya yang terkena dampak Gempa tersebut.

“Dapat kabar dari keluarga Anthony, di Taiwan abis Gempa besar banget. Mana bentar lagi ke sana. Teman-teman yang di Taiwan gimana keadaannya? Semoga baik-baik saja ya,” tulis Audi Marissa di Instagram Story pada Rabu (3/4/2024).

Guncangan Gempa terasa hingga 20 kali lipat, terutama di Hualien, sementara di Taipei juga dirasakan. “Gempa di sana katanya sampai 20x. Paling besar gempanya di Hualien, tapi di Taipei berasa juga. Sampai keluarga Anthony ketakutan saking berasanya dan disana kan rumahnya apartemen semua ya jadi pada tinggi-tinggi lantainya,” imbuhnya.

Audi Marissa juga membagikan foto-foto kondisi rumah mertuanya yang menggambarkan tembok hancur dan puing-puing berserakan.

Griya Literasi

“Dikirimin mama mertua kondisi tembok taman depan rumah mama. Semoga baik-baik saja,” ungkapnya.

Selain kekhawatiran atas kerusakan fisik, Audi Marissa juga menyatakan kecemasannya mengenai potensi tsunami setelah Gempa.

“Iya keluarga Anthony sudah kasih tahu juga kalau sudah ada peringatan tsunami. Semoga baik-baik saja, aman-aman saja di sana. Minggu depan kita bakal ke Taiwan lagi,” ujarnya.

Gempa bumi ini merupakan yang terkuat dalam 25 tahun terakhir di Taiwan, dan telah menyebabkan kerusakan parah terutama di wilayah timur Hualien yang jarang dihuni. Meskipun demikian, kerusakan di Taipei tidak seberapa parah meskipun bangunan-bangunan juga mengalami guncangan hebat.

Departemen pemadam kebakaran Taiwan melaporkan bahwa jumlah korban luka mencapai 1.038 orang, sementara 48 orang masih dilaporkan hilang, termasuk 42 pekerja hotel. Upaya Pencarian dan Penyelamatan fokus pada pencarian pekerja hotel di Taroko Gorge, dengan rencana penggunaan drone dan helikopter untuk Pencarian dan Penyelamatan lebih lanjut.

Ini merupakan peristiwa dahsyat yang menunjukkan betapa rapuhnya keadaan ketika alam memutuskan untuk bertindak. Kita berdoa agar semua yang terkena dampak bisa mendapatkan pertolongan dan pemulihan segera.(umi)

Laporan: Sri Jumiarti

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


    MAJALAH TERBARU

    Majalah Independen Edisi LIV

    Sponsor

    Wujudkan Supremasi Hukum
    <

    Majelis Dzikir Ustadz H. Hendra Zainuddin

    Bengkel Las Listrik Karya Jaya

    Perumahan

    xBanner Samping
    xBanner Samping
    Beranda Cari Trending Lainnya
    Dark Mode